Pemilu 2024
Profil Wasiyat Jarwo Asmoro, Ketua KPU Lampung Timur
Profil Wasiyat Jarwo Asmoro, Ketua KPU Lampung Timur. Bagi politikus khususnya di Lampung Timur, nama Wasiyat Jarwo Asmoro tentu tidak asing lagi.
Penulis: Yogi Wahyudi | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Lampung Timur - Berikut ini profil Wasiyat Jarwo Asmoro, Ketua KPU Lampung Timur.
Bagi politikus khususnya di Kabupaten Lampung Timur, nama Wasiyat Jarwo Asmoro tentu tak asing lagi.
Pria kelahiran Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur ini, sudah dua periode menjadi Komisioner di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Timur.
Dilahirkan di Pekalongan Lampung Timur pada 15 Agustus 1979, Wasiyat mengaku, jejaknya dalam bidang politik, diawali dari Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Lampung.
"Jadi selama saya beraktivitas di politik, diawali dari JPPR (Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat) Lampung sejak tahun 1998," ujar Wasiyat saat diwawancarai di ruangannya, Jumat (15/7/2022).
Baca juga: Profil Ketua Bawaslu Lampung Barat, M Farid Ardiles Pecinta Sepakbola Argentina
Baca juga: Profil Nurris Septa Pratama, Ketua KPU Metro Lampung
Dalam prosesnya di JPPR, ia banyak melakukan kerjasama dengan KPU.
"Saya aktif di JPPR itu banyak kerjasama dengan KPU, termasuk dulu jaman sebelum ada Sirekap, Situng dan lainnya, saya sempat menjadi koordinator wilayah Kabupaten Lampung Tengah untuk entry data dulu. Termasuk juga ada sosialisasi oleh KPU dari JPPR, saya pernah mengisi," tutur pria berkacamata ini.
Selain aktif di JPPR, pria ini juga menjadi aktivis di Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) yang saat ini menjadi Ikatan Pelajaran Muhammadiyah (IPM).
"Saya juga pada waktu itu, aktivis di Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) yang sekarang menjadi Ikatan Pelajaran Muhammadiyah (IPM), itu tahun 1998 itu juga," paparnya.
Layaknya aktivis pada umumnya, buku tentu menjadi candu baginya.
Pria ini menyukai tiga jenis buku yang cukup unik.
"Saya suka tiga jenis buku di koleksi buku saya. Pertama Novel Epic (Sejarah), Novel Detective seperti buku Sherlock Holmes, cormoran strike atau sejenisnya, dan satu lagi buku-buku yang tentang teori konspirasi atau buku gerakan yang mendunia," ungkap Wasiyat.
Proses Wasiyat di JPPR, berakhir pada tahun 2004.
Setelahnya, ia dipercayai untuk membantu mengelola perusahaan PJTKI milik salah satu Anggota DPD RI pad waktu itu, yakni Kasmir Tri Putra.
"Setelah dari JPPR, saya diajak untuk bekerja di PJTKI itu, dan saat di PJTKI, saya banyak aktifitas kerja di luar Lampung," jelasnya.
Selain bekerja di PJTKI tersebut, tak jarang Wasiyat membantu mengurus beberapa berkas milik Kasmir.
"Saya juga sempat di tahun 2006 sampai 2009 itu, sambil ngurus perusahaan, saya diminta juga bantu-bantu urus berkas bang Kasmir itu yang di Senayan," ungkapnya.
Menurutnya, untuk tokoh di politik yang menginspirasinya, yakni Kasmir Tri Putra.
"Saya karena dulu banyak aktifitas ketika kenal politik, ya bang Kasmir (Anggota DPD RI Kasmir Tri Putra) itu yang menjadi inspirasi di politik," sebutnya.
Setelah sebelumnya aktif di IPM, Wasiyat juga pernah aktif di Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Lampung.
"Karena saya dulu sekolah di Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah Yogyakarta, lulus tahun 1997 dan aktif di IRM, tahun 2010, saya juga aktif di Pemuda Muhammadiyah (PM), menjadi pengurus Pimpinan Wilayah Lampung, di Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup, periode 2010-2015," katanya.
Bermodalkan relasi organisasi dan pengalaman di JPPR, pada tahun 2014, Wasiyat mengikuti seleksi Komisioner KPU.
"Diantara Komisioner yang lain di Lampung Timur, hanya saya yang masuk di KPU melalui jalur pemantau," beber Wasiyat.
Setelah lulus menjadi Komisioner KPU Lampung Timur tahun 2014, di periode pertamanya, ia berada di divisi Partisipasi Masyarakat.
Ia juga menjelaskan, dukungan untuknya muncul dari seluruh penjuru, terkhusus keluarganya.
"Saya rasa, semua memberikan dukungan baik dari keluarga, terutama relasi-relasi kawan-kawan aktivis. Kawan-kawan yang di provinsi juga suport," katanya.
Pada periode keduanya, Wasiyat mengaku mendapat nilai tertinggi dalam tes CAT.
Kendati demikian, baginya nilai tinggi bukan menjadi hal yang harus dibanggakan.
"Bagi saya bukan soal bangga dengan nilai tinggi, tapi setidaknya saya tidak mengecewakan orang-orang yang mensupport saya," lanjutnya.
Wasiyat juga bercerita, selama ia bekerja, ia akan selalu berjalan dalam garis-garis kebenaran.
"Selama saya bekerja, saya tidak pernah takut, karena saya selalu menjalankan tugas dalam garis-garis kebenaran. Itu juga akan menjaga moral kita," imbuhnya.
Namun, bagi Wasiyat, setiap tanggung jawab apapun di dalam pekerjaan, bukan hanya persoalan penghasilan, melainkan juga tanggungjawab.
"Bagi saya, tanggungjawab itu melekat. Saya tidak akan membandingkan dengan orang lain. Bagi saya, standar tanggungjawab saya kerja adalah sesuai dengan aturan. Jika orang memiliki capaian lain, ya terserah, yang pasti saya memiliki pilihan untuk menjalankan sisi kebermanfaatan," tutur Wasiyat.
Riwayat Pendidikan :
MI Muhammadiyah Wonosari (1991)
MTS Mu’allimin Muh. Yogyakarta (1994)
MA Mu’allimin Muh. Yogyakarta (1997)
Riwayat Organisasi :
PW IRM Lampung. Kabid Perkaderan. 1998-2000
PW Pemuda Muhammadiyah Lampung. Kabid Organisasi – Plt.Ketua. 2010-2014
PW Muhammadiyah Lampung, Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup. 2010-2015
PD Muhammadiyah Lampung Timur. Ketua Majelis Pendidikan Kader. 2015-2017
(Tribunlampung.co.id / Yogi Wahyudi)