Berita Lampung

Harga Anjlok, Petani Damar Mata Kucing Pesisir Barat Lampung Cemas

Damar mata kucing berasal dari getah pohon damar. Pohon damar di Pesisi Barat biasanya tumbuh hingga 500 meter di atas permukaan air laut.

Tribunlampung.co.id/Saidal Arif
Petani di Pesisir Barat Lampung harus memanjat pohon yang ketinggiannya mencapai 60 meter demi panen damar mata kucing. 

Tapi mestipun begitu, kata Sopyan, risiko itu bisa diminimalisir dengan selalu memperhatikan kondisi Ambon dan selalu menjaga keseimbangan badan saat sedang menggunduh damar.

" Kalau bicara risiko pasti ada, tetapi jangan lupakan setiap pekerjaan itu mempunyai risikonya sendiri-sendiri," ucapnya.

Lalu, biasanya para petani menyebut kebun yang ditanami damar dan sudah bisa diambil getahnya dengan sebutan repong damar.

Jarak dari Pemukiman warga untuk menuju repong damar itu biasanya ditempuh dengan berjalan kaki selama 4 hingga 5 jam menyusuri sungai dan lembah.

" Untuk hasil dari damar perpohon itu sangat beragam, ada yang bisa menghasilkan 5 kilo ada juga yang 3 kilo perpohon, tergantung kualitas dan usia pohon itu sendiri," ungkap Arif warga lain Pekon Penengahan. 

" Kita biasanya ngunduh damar ini 1 kali sebulan," lanjutnya.

Arif mengaku rata-rata dalam 1 hektar repong damar itu para petani memiliki 20 hingga 30 pohon damar.

" Kalau bicara hasil mungkin 100 kilo perbulan itu pun kalau gk Dimaling orang," ucapnya. 

Jadi untuk jika setiap petani itu bisa menghasilkan 100 kilo damar perbulan dengan harga saat ini Rp 18 ribu, maka penghasilan mereka bisa ditotal menjadi Rp 1.8 juta per bulan.

Meskipun begitu Arif mengaku sangat cemas sebab harga damar saat ini menurun sangat drastis.

" Awal tahun kemarin harganya masih normal Rp 35 ribu perkilo, sekarang tinggal Rp 18 ribu lagi," katanya.

" Kami berharap pemerintah dapat membantu menaikan kembali harga jual damar, sebab kami menggantungkan hidup kami dari hasil jual getah damar ini," sambungnya.

Harapan yang sama juga diungkapkan Pezon (35) warga lainnya pembeli getah damar.

Ia mengatakan, dengan harga yang rendah tersebut tentu sangat mempengaruhi kualitas damar itu sendiri.

" Untuk kualitas damar itu biasanya terbagi menjadi berapa tingkatan ada AB, AC, ABC atau kualitas ekspor," kata dia.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved