Berita Lampung

Kisah Ditemukannya Wisata Bawah Laut Pahawang Diangkat ke Teater

Teater asal usul ditemukannya wisata bawah laut Pulau Pahawang, ditampilkan dalam malam puncak Festival Pahawang Culture 2022, Sabtu (27/08/2022)

Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
Penampilan teater Merontje bawakan kisah ditemukannya wisata bawah laut Pulau Pahawang, Sabtu (27/8/2022) di malam puncak Pahawang Culture Festival. 

Tribunlampung.co.id,Pesawaran- Teater Merontje membawakan kisah ditemukannya wisata bawah laut Pulau Pahawang dalam acara Pahawang Culture Festival.

Teater kisah ditemukannya wisata bawah laut Pulau Pahawang, ditampilkan dalam malam puncak Pahawang Culture Festival 2022, Sabtu (27/08/2022) malam di Kabupaten Pesawaran.

Acara malam puncak Pahawang Culture Festival , diisi oleh berbagai macam pertunjukan. Diantaranya teater kisah ditemukannya wisata bawah laut Pulau Pahawang.

Pertunjukan itu sangat menarik. Bahkan  Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno tak henti-hentinya bertepuk tangan dan menarik senyum.

Pertunjukan tersebut adalah Teater Merontje, sebuah kisah yang ditampilkan oleh 9 orang putra dan putri Pulau Pahawang.

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Ingin Pahawang Culture Festival Berkembang

Baca juga: Bupati Dendi Beri Hadiah Liburan ke Pahawang kepada Paskibraka Pesawaran

Dari teater dimulai, semua penonton terpana saat pertama kali mereka memainkan peran dalam masing-masing karakter.

Dengan tata rias dan busana yang menarik, selendang biru dan topi caping, serta tak ketinggalan properti sampan yang semakin erat dengan kisah yang mereka bawakan.

Kisah tersebut adalah, sebuah cerita seorang masyarakat pesisir pantai yang bermigrasi beramai-ramai menuju seberang pulau tanpa nama karena laut yang mereka tempati kini sudah rusak akibat keserakahan mereka.

Ridwan Hasyimi sutradara dalam teater Merontje mengatakan bahwa kisah yang ditampilkan dalam teater ini merupakan kisah dari masyarakat mengenai asal usul ditemukannya Pulau Pahawang dan wisata bawah lautnya.

Didalamnya tersebut ia menceritakan terdapat cerita pada zaman dahulu pada saat masyarakat beramai-ramai memutuskan untuk pindah ke pulau seberang yang masih kosong.

"Nah dalam teater tersebut semua terekam memori kisah saat pertama kali masyarakat menemukan pulau yang indah ini, saat salah satu masyarakat ada yang terjatuh ke laut pada saat sampan mereka dihantam ombak" ucap Ridwan kepada Tribun Lampung.

"Nah disitu klimaksnya, pada saat terjatuh masyarakat malah melihat pemandang bawah laut yang sangat indah, terdapat ikan-ikan dan terumbu karang yang masih asri" tambahnya.

Baca juga: Tempat Wisata di Lampung, Serunya Menyeberang ke Pulau Pahawang Pesawaran

Baca juga: Kisah Peternak Lele di Pesawaran Lampung, Agus Berharap Harga Pakan Bisa Turun

Sebelum kisah teater berakhir, terdapat pesan dan hikmah yang bisa dipetik didalamnya, seperti jangan mengambil ikan dengan pukat, jangan merusak alam laut dan pantai, dan menyayangi sesama manusia.

Ridwan tersenyum tiada henti saat penampilan anak didiknya tak henti-hentinya di sorot ribuan pasang mata yang melihat.

Ia merasa sangat puas dengan penampilan kesembilan anak didiknya tersebut, terlebih lagi bupati Dendi dan Menparekraf Sandiaga Uno mengacungkan jempol ke atas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved