Berita Terkini Nasional

Harga BBM Subsidi Terbaru Pertalite Rp 10 Ribu dan Solar Rp 7.200, Tunggu Penetapan

Hingga kini, harga bahan bakar minyak atau BBM subsidi terbaru, masih belum ditetapkan. Namun, sudah beredar di publik perkiraan harga BBM subsidi.

Tribunnews.com/Hendra Gunawan
Foto ilustrasi, persediaan BBM subsidi jenis Pertalite di SPBU Jalan Palmerah, Jakarta Barat, habis pada Selasa (16/8/2022). Hingga kini, harga bahan bakar minyak atau BBM subsidi terbaru, masih belum ditetapkan. Namun, sudah beredar di publik perkiraan harga BBM subsidi terbaru. Di mana harga BBM subsidi jenis Pertalite diperkirakan akan naik menjadi Rp 10 ribu dan Solar akan naik menjadi Rp 7.200. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Hingga kini, harga bahan bakar minyak atau BBM subsidi terbaru, masih belum ditetapkan. Namun, sudah beredar di publik perkiraan harga BBM subsidi terbaru.

Di mana harga BBM subsidi jenis Pertalite diperkirakan akan naik menjadi Rp 10 ribu dan Solar akan naik menjadi Rp 7.200.

Namun demikian, kenaikan harga BBM subsidi tersebut masih menunggu kepastian dari regulator dalam hal ini yakni Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan.

Diketahui, pemerintah hingga saat ini belum memutuskan nasib harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite maupun Solar, akan tetap dipertahankan atau dinaikan.

Padahal, sebelumnya Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi pekan kemarin.

Baca juga: Beda dengan Ferdy Sambo, Putri Candrawathi Takkan Kenakan Baju Tahanan Besok

Baca juga: Legenda Godogan Kungkum Kodok, Karya Pertunjukan Perancis-Indonesia Alex Grillo

Luhut mengungkapkan, harga BBM subsidi yang saat ini sudah membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp 502 triliun.

"Nanti mungkin minggu depan (pekan kemarin) Presiden akan mengumumkan mengenai apa bagaimana mengenai kenaikan harga ini (BBM subsidi)."

"Jadi Presiden sudah mengindikasikan tidak mungkin kita pertahankan terus demikian karena kita harga BBM termurah di kawasan ini."

"Kita jauh lebih murah dari yang lain dan itu beban terlalu besar kepada APBN kita," katanya dalam Kuliah Umum Universitas Hasanuddin, Jumat (19/8/2022).

Saat ini pun santer beredar isu, harga BBM jenis Pertalite akan naik menjadi Rp 10.000 per liter dari sebelumnya Rp7.650 per liter, dan Solar menjadi Rp 7.200 per liter dari sebelumnya Rp 5.150 per liter.

Menyikapi tersebut, pihak Pertamina tidak banyak komentar dan menyebut nasib kenaikan harga BBM bersubsidi merupakan hak regulator yakni Kementerian ESDM maupun Kementerian Keuangan.

“Belum ada arahan dari Pemerintah."

"Kebijakan harga BBM subsidi merupakan kewenangan dari regulator,” papar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting saat dihubungi Tribunnews, Senin (29/8/2022).

Tunda Kenaikan Harga

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved