Berita Lampung
DKPP Dorong Petani Tingkatkan Kualitas Pisang Pesisir Barat agar Dikenal
Jika dibandingkan pada semester pertama 2021 lalu, hasil panen pisang petani pada 2022 ini meningkat.
Tribunlampung.co.id, Pesisir Barat - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pesisir Barat mendorong petani setempat mengembangkan tanaman pisang.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Pesisir Barat, Yunirizal mengatakan, para petani di Pesisir Barat mampu menghasilkan ribuan ton pisang per tahun.
Dimana pada semester pertama tahun ini, para petani pisang Pesisir Barat mampu menghasilkan 1.377 ton.
Menurutnya, jika dibandingkan pada semester pertama 2021 lalu, hasil panen pisang petani pada 2022 ini meningkat.
Sebab, pada semester pertama 2021 yang lalu hasil panen pisang di Pesisir Barat sebanyak 1.185 ton.
Baca juga: Promo September Gramedia Raden Intan, dari Tas, Buku, hingga Treadmil Diskon 30 Persen
Baca juga: Wahdi Tinjau Pembangunan Mall Pelayanan Publik Senilai Rp 2,6 Miliar di Sesat Agung
Namun jika diakumulasi pada 2021 petani mampu menghasilkan pisang sebanyak 2.366 ton.
Dengan melihat potensi pisang yang ada, pihaknya sangat mendukung para petani untuk terus mengembangkan tanaman pisang tersebut.
"Kita pernah berikan bantuan bibit pisang cavendish dan pisang barangan kepada para kelompok tani untuk di kembangkan," terangnya, Kamis (1/9/2022).
Adapun daerah penghasil pisang terbanyak di Pesisir Barat berada di Selatan Ngambur dan Bengkunat.
Yunirizal melanjutkan, untuk lahan pisang sendiri di Pesisir Barat, berdasarkan data yang tercatat ada sekitar 126.5 Hektar.
Namun dari 126.5 hektar tanaman itu, baru sekitar 94.17 Hektar yang sudah menghasilkan.
Kemudian untuk hasil pisang di Pesisir barat itu kebanyakan dijual mentah di pasaran bukan dalam bentuk olahan.
Baca juga: Kuota P3K Tahap Tiga di Kabupaten Pringsewu 124 Formasi untuk Kategori Guru
Baca juga: Warga Pesawaran Santai Hadapi Isu Kenaikan BBM Subsidi, Tak Ada Antrean di SPBU
"Kebanyakan hasil pisang kita ini di jual ke Jakarta dan Pulau Jawa," jelasnya.
Untuk harga pisang sendiri rata-rata dijual dipasaran Rp 1.900 perkilo," lanjutnya.
Yunirizal mengaku, selama ini Pesisir Barat belum dikenal sebagai penghasil utama pisang di Provinsi Lampung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kabid-Tanaman-Pangan-dan-Hortikultura-Yunirizal.jpg)