Berita Lampung
DPRD Apresiasi Pemkot Metro Lampung Responsif Bendera Terbalik di Rumdis Walikota
DPRD Metro, Lampung minta Pemkot Metro terbuka dengan semua masalah bukan cuma insiden bendera terbaik di Rumah Dinas Walikota.
Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id, Metro - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Metro, Lampung mengapresiasi langkah cepat Pemkot Metro menanggapi kritik dan saran masyarakat.
Apresiasi DPRD Metro, Lampung tersebut terkait bendera yang dikibarkan terbaik di Rumah Dinas Walikota Metro pada Minggu 11 September 2022 lalu.
DPRD Metro, Lampung minta seterusnya Pemkot Metro tetap terbuka dengan semua masalah bukan cuma insiden bendera yang dikibarkan terbaik di Rumah Dinas Walikota.
DPRD Metro berpesan kepada Pemkot Metro untuk mempertahankan sifat responsifnya dalam menanggapi seluruh persoalan.
Terkati insiden pengibaran bendera terbalik, Pemkot Metro telah memberikan sanksi kepada apaturnya yang melakukan pelanggaran.
Baca juga: Dua Hotel Bintang 5 Sumbang Invenstasi Lebih dari Rp 1 Triliun di Bandar Lampung
Baca juga: Darmawan, Modifikator Pesisir Barat Lampung Sukses Rubah Honda Maestro jadi Lamborghini
Selain itu juga, Pemkot Metro melalui Satuan Polisi Pamong Praja Kota Metro telah memberikan penghargaan kepada jurnalis yang pertama kali memberitakan insiden bendera terbalik tersebut.
"Ini bagus ya, kemarin langsung di tindak bahkan Inspektorat langsung melakukan pemeriksaan serta memberikan pembinaan," ujar Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Metro, Abdulhak, Selasa (13/9/2022).
Menurutnya, keterbukaan pemerintah menjadi salah satu faktor dalam percepatan pembangunan di suatu daerah.
"Ini artinya pemerintah terbuka terhadap semua kritik dan saran yang dimaksudkan untuk kemajuan pembangunan Kota Metro," sambung dia.
Pria yang juga anggota Komisi I DPRD Kota Metro tetsebut juga berpesan kepada pemerintah untuk mempertahankan sifat responsifnya tersebut dalam menanggapi seluruh persoalan.
"Jadi, tidak hanya pada kasus pengibaran bendera terbalik saja, di semua lini pembangunan harus tetap open," kata dia.
Ia juga menilai sikap pemerintah tersebut sudah tepat.
Baca juga: Hari Terakhir Pembagian BLT BBM, Kantor Pos Metro Lampung Dipadati KPM
Baca juga: Imron, Kasatpol PP Metro Lampung Minta Maaf Insiden Bendera Terbalik di Rumdis Walikota
Seperti langkah Pemkot Mrtro yang dengan tetap menelusuri kesalahan.
"Iya manusiawi, kita sebagai manusia biasa pasti melakukan kesalahan, tetapi ini jangan diulangi lagi," ujarnya.
Ia berharap, ini dapat menjadi atensi khusus untuk ke depan lebih baik.
Khususnya bagi pegawai Pemkot Metro sehingga dapat dijadikan pembelajaran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya.
"Dengan ini diharap dapat lebih meningkatkan kembali kinerja. Jadi bahan introspeksi, karena kita bergerak juga bersama masyarakat dan juga untuk masyarakat," pungkasnya.
Di sisi lain, Sudarwanto, anggota Satpol-PP Metro yang bertugas di Rumdis Walikota Metro menceritakan kronologis insiden bendera Merah Putih yang terbalik.
"Insiden bendera terbalik itu murni kesalahan saya dan bukan disengaja, karena pada saat bendera dinaikkan posisinya masih gelap sekitar pukul 5.30 WIB," ujarnya.
Sebelum bendera dinaikkan, sebelumnya dia piket bersama dengan 2 orang anggota Satpol-PP yang lain.
"Itu setelah saya melaksanakan ibadah salat Subuh berjamaah di Masjid Taqwa saya kembali ke tempat tugas lalu saya mematikan sebagian lampu taman rumah dinas setelah itu saya menaikkan bendera tersebut," jelasnya.
"Namun, tidak saya sadari bendera dalam keadaan terbalik. Karena itukan mendung jadi dikhawatirkan hujan makanya saya naikkan bendera itu lebih awal," sambung dia.
Pria yang mengaku telah mengabdi di Rumah Dinas Walikota selama 15 tahun itu mengaku mengetahui kondisi bendera terbalik setelah pulang kerja dan menerima telepon dari rekannya yang bertugas.
"Jadikan kami itu pergantian jaga itu jam 8 pagi, saya tahu sekitar jam setengah enam sore karena setelah pulang jaga saya tidur lalu melakukan aktivitas di rumah ran tidak memeriksa handphone," pungkasnya.
Diketahui, setelah kejadian tersebut dirinya (petugas jaga Rumah Dinas Walikota) telah mendapatkan peringatan keras dari Inspektorat dan kini telah di mutasi ke kantor Satpol-PP Metro.
Satpol PP Metro Beri Penghargaan Jurnalis Beritakan Bendera Terbalik
Kasatpol-PP Metro, Imron memberikan penghargaan kepada jurnalis yang pertama kali menginformasikan mengenai insiden bendera terbalik di Rumah Dinas Walikota Metro.
Imron mengatakan, dirinya memberikan penghargaan tersebut kepada jurnalis yang pertama kali memberitakan mengenai insiden bendera yang terbalik, yakni Fredi Kurniawan Sandi.
Dia mengungkapkan, dengan adanya informasi mengenai bendera yang terbalik tersebut, maka dapat meningkatkan anggota Satpol-PP dalam melakukan pekerjaannya.
"Saya berterima kasih atas perhatiannya terhadap informasi yang diberikan mengenai pengibaran bendera yang terbalik di Rumdis Walikota Metro tersebut," ujarnya
Pemberian penghargaan tersebut dikatakan dia sebagai bentuk terima kasih atas perhatian yang diberikan.
"Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk terima kasih kepada jurnalis karena sudah memberikan informasi dan pengawasan mengenai insiden bendera terbalik tersebut," ungkapnya.
Dengan adanya pemberitaan mengenai pengibaran bendera terbalik di Rumdis Walikota Metro tersebut, dia mengharapkan ke depannya jurnalis atau wartawan tetap memberikan kontrol sosial di masyarakat.
"Insiden pengibaran bendera terbalik itu diharapkan menjadikan Satpol-PP menjadi lebih peka lagi dalam melakukan pekerjaannya, diharapkan ke depannya tetap melakukan kontrol sosial di masyarakat," ungkapnya.
(Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary)