Berita Lampung

Nelayan di Pesawaran Harap Bantuan Pemerintah Atasi Kelangkaan BBM di Wilayah Pesisir

Nelayan di Pesawaran mengharapkan bantuan pemerintah atasi kelangkaan BBM di Wilayah Pesisir Pesawaran.

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
Nelayan di Pesisir Pesawaran. Nelayan di Pesawaran harap bantuan pemerintah atasi kelangkaan BBM di Wilayah Pesisir. 

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Sejumlah nelayan di kawasan pesisir Pesawaran mengalami dampak kenaikan harga BBM.

Pasca naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sejumlah nelayan mengalami dampaknya.

Pasalnya biaya yang dikeluarkan saat akan melaut menjadi lebih tinggi dari sebelumnya.

Sehingga membuat nelayan cukup dibuat resah kala harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya operasional mesin kapal yang menggunakan BBM jenis solar.

Raudin salah satu nelayan dari Desa Durian Kecamatan Padang Cermin mengatakan, sehari pasca naiknya harga BBM ada kekhawatiran akan terkena dampak dari biaya oprasional yang meningkat.

Baca juga: Truk Isuzu Terbalik di Jembatan Way Mayah Pesisir Barat Lampung, Hindari Kecelakan sesama Truk

Baca juga: Terpilih Jadi Dekan FKIP Unila, Prof Sunyono: Langkah Awal Mengembalikan Kepercayaan Publik

Hal yang ia khawatirkan tersebut sudah terjadi pada hari ini, dikala Raudin yang setiap harinya mencari ikan di tengah laut harus menggunakan kapal untuk menangkap ikan.

Sehingga dampaknya terlihat ketika ia ingin berangkat melaut, namun hasil yang didapat saat melaut justru sebanding dengan pengeluaran.

"Hasil dari tangkap ikan di laut tentu nya tidak menentu, kadang dapat untung kadang juga tidak, tidak setiap hari untung, tapi pengeluaran semakin tinggi," keluhnya.

Meski begitu, ia masih bersyukur dikala dirinya bisa mendapatkan BBM jenis solar walaupun harganya terbilang mahal.

Yang ia takutkan adalah sulitnya mendapatkan BBM solar untuk mengisi mesin kapalnya.

Sebab solar menjadi komponen utama dalam hidupnya mesin kapal, yang sehari-harinya ia gunakan untuk mendapatkan ikan di laut.

"Kalau mendapatkan solar saja sudah susah, pendapatan akan menurun, jika kita naikan harga ikan, malah membuat daya beli masyarakat semakin berkurang" ujar Raudin.

Selain dirinya dan nelayan lain keberatan dengan naiknya harga BBM, hal yang lain pun yang ia keluhkan lagi adalah kesulitannya mendapatkan solar.

Sebab Raudin menuturkan, para nelayan yang menggunakan bagan bisa menghabiskan 60 liter solar dalam sehari.

Sedangkan para nelayan yang menggunakan kapal kecil menghabiskan 5-10 liter pertalite saat mencari ikan ke tengah laut.

Ia berharap ada bantuan dari pemerintah untuk menanggulangi kelangkaan BBM di wilayah pesisir.

"Kemudian kami berharap juga ada pom bensin di daerah pesisir yang menjual BBM hanya untuk para nelayan," katanya.

(Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved