Kesehatan

Waspadai Silent Killer Jantung Koroner, Kenali Gejalanya

Penyakit jantung bahkan dikenal sebagai silent killer karena bisa menyerang tanpa gejala, hingga akhirnya mengalami serangan jantung koroner.

Screenshot YouTube Tribun TV Lampung 
dr Riana Handayani saat bincang terkait penyakit jantung koroner. Waspadai silent killer jantung koroner, kenali gejalanya. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Gaya hidup kurang sehat seringkali menjadi penyebab utama timbulnya penyakit, salah satunya penyakit jantung.

Penyakit jantung bahkan dikenal sebagai silent killer karena bisa menyerang tanpa tanda atau gejala, hingga akhirnya seseorang mengalami serangan jantung koroner atau gagal jantung. 

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Lampung dr Riana Handayani, Sp.JP (K), FIHA membeberkan, penyakit jantung koroner mengenai pembuluh darah yang mana arteri koroner (arteri yang memasok darah dan oksigen ke otot jantung) tersumbat. 

"Gejala penyakit jantung koroner bisa jadi tidak ada dia keluhan, namun gejala yang khas terjadi nyeri pada dada yang timbul hilang," jelas dr Riana dalam bincang Healthy bersama Tribun TV Lampung, Kamis (15/9/2022).

Ditemukan juga dalam kondisi emergency atau gawat darurat disertai dengan rasa tertekan, berat, tidak nyaman, mual, muntah dan sebagainya. Termasuk gangguan irama jantung.

Mengenai adanya mitos di tengah masyarakat bahwa tangan yang kerap berkeringat dan lembab adalah ciri terkena penyakit jantung, dr Riana tidak sepenuhnya membenarkan.

"Itu nggak sepenuhnya benar, yang umum terjadi pada pasien jantung adalah sesak di bagian dada," jelas dia.

Faktor resiko yang menyebabkan seseorang terkena penyakit jantung koroner dijelaskan dr Riana secara garis besar ada dua.

Pertama, faktor yang tidak bisa diperbaiki yakni laki-laki yang memiliki resiko besar terkena penyakit jantung koroner.

Kemudian usia, seiring pertambahan usia kemungkinan terkena resiko jantung koroner semakin besar. 

Kedua, faktor yang bisa diperbaiki misalnya hipertensi, diabetes, obesitas, dan lainnya.

"Faktor-faktor tersebut bisa diatasi dengan pengendalian faktor resikonya," paparnya lebih lanjut.

Penyakit jantung ini ada beberapa jenis yang mana tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa atau orangtua. Namun juga dapat terjadi pada anak-anak maupun remaja. Termasuk wanita.

"Pasien jantung saya paling muda ada yang usia 25 tahun," ujar dia.

Penanganan terhadap orang yang terkena serangan jantung atau dalam kondisi emergency, maka bisa langsung menuju ke rumah sakit yang mempunyai fasilitas laboratorium kateterisasi jantung. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved