Eksklusif Konsumsi Rokok Melonjak
Konsumsi Rokok di Lampung Naik, Sejumlah Orang Mengaku Siapkan Anggaran Khusus untuk Beli Rokok
Anggaran konsumsi rokok di Lampung meningkat dalam 3 tahun terakhir, bagi sejumlah orang mengaku mengalokasikan anggaran khusus membeli rokok
Penulis: kiki adipratama | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dalam 3 tahun terakhir, konsumsi rokok di Lampung terus meningkat. Bahkan sejumlah orang mengaku menyiapkan anggaran khusus untuk membeli rokok.
Jika di tahun 2019, konsumsi rokok di Lampung rata-rata per kapita per bulan sebanyak 76 batang. Pada tahun 2021, jumlahnya meningkat menjadi 80 batang.
Peningkatan konsumsi rokok di Lampung ini, turut berberdampak pada alokasi anggaran untuk rokok.
Pada tahun 2019, anggaran konsumsi rokok di Lampung per kapita per bulan hanya Rp 73.090.
Tahun 2021, anggaran konsumsi rokok di Lampung per kapita per bulan naik menjadi Rp 82.789.
Baca juga: Konsumsi Rokok di Lampung per Kapita per Bulan 80 Batang, Pengeluaran Rp 82.789
Baca juga: Konsumsi Rokok di Lampung Meningkat, Pengamat Unila: Sebagian Orang Anggap Rokok Kebutuhan Primer
Bagi sebagian masyarakat, rokok seakan menjadi kebutuhan pokok. Bahkan, mengalokasikan anggaran tersendiri untuk membeli rokok.
Rokok juga dianggap bagian dari kebutuhan untuk pergaulan dalam kehidupan bermasyarakat.
Tribun Lampung melakukan wawancara dengan sejumlah orang dari berbagai lapisan pada Pekan lalu 10-11 Septembe 2022, untuk mengetahui kondisi konsumsi rokok di Lampung.
Novian, karyawan swasta mengaku jika dirinya mengalokasi anggaran tersendiri untuk beli rokok. Dirinya menganggarkan Rp 750 ribu sebulan.
Dalam sehari ia membeli satu bungkus rokok seharga Rp 25 ribu. Namun, pengeluaran untuk rokok ini bisa meningkat ketika dirinya berkumpul bersama teman-temannya.
Novian mengaku, uang untuk membeli rokok itu tidak mengganggu anggaran belanja dapur. Sehingga, kata dia, kebutuhan makanan pokok tetap tercukupi.
Hal yang sama juga dikatakan oleh MK, seorang pengusaha. Ia mengaku, rokok merupakan 'menu' wajib baginya.
Baca juga: Konsumsi Rokok di Lampung Kalahkan Beras, per Kapita per Bulan Rp 82.789
Baca juga: Konsumsi Rokok di Lampung Meningkat, Tahun 2021 Urutan 2 pada Kelompok Barang Makanan
Saat sedang berbincang bersama kolega, ia bahkan bisa menghabiskan dua bungkus rokok.
"Ya sebenarnya karena kebiasaan aja sih. Kalo udah sama kawan ngobrol mah udah, cepet aja ngerokoknya," ujar MK.
Sama seperti Novian, MK pun mengaku, uang yang dihabiskan untuk membeli rokok tidak menggangu belanja dapur keluarganya.