Berita Lampung

Dinas Pertanian Mesuji Lampung Sebut Target Produksi Gabah Kering Giling 2022 Sebanyak 262.259 Ton

Dinas Pertanian Mesuji sebut produksi gabah kering giling (KGK) tahun 2022 bisa mencapai 262.259 ton.

Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Dedi Sutomo
Dok Kominfo Mesuji
Pj Bupati Mesuji Sulpakar menghadiri panen raya padi di Kecamatan Rawajitu Utara beberapa waktu lalu. 

Tribunlampung.co.id, Mesuji - Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji memperkirakan produksi gabah kering giling (KGK) untuk tahun 2022 akan bisa mencapai 262.259 ton.

Perkiraan produksi gabah kering giling tersebut didasarkan pada luas tanam di tahun 2022 yang mencapai 30.611 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Mesuji Pariman mengatakan, memasuki akhir tahun 2022 untuk produksi gabah kering giling diharapkan akan terus meningkat.

"Dinas memprediksi sepanjang tahun 2022, produksi gabah kering giling di Mesuji sentuh angka 262.259 Ton," kata Pariman, Minggu (25/9/2022).

Dikatakannya, untuk luasan tanam, paling banyak ada di Kecamatan Rawajitu Utara.

Baca juga: Sambut Roadshow Bus KPK di Bandar Lampung, Eva Dwiana Ciptakan Mars Pendidikan Antikorupsi

Baca juga: Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus Bangga Ada UMKM Buat Peci dari Pelepah Pisang

Karenanya, lanjut Pariman, Rawajitu Utara menjadi lumbung utama produksi padi di Mesuji.

"Di Kecamatan Rawajitu Utara luas lahan sawah ada 10.152 hektare."

"Jika produksi rata-rata per hektare 4.148 ton, maka produksi gabah dari Kecamatan Rawajitu Utara mencapai 89.428 ton," ucap Pariman.

Ia mengatakan, saat ini di beberapa daerah di Mesuji sudah mulai masuk musim panen tanam gadu (kemarau).

Dirinya menambahkan, beberapa waktu lalu ada lahan padi petani yang rusak akibat ditiup angin.

Luas tanaman padi yang roboh akibat angin kencang mencapai 106,25 hektare. Terdapat di  di Desa Sungai Buaya, Kecamatan Rawajitu Utara.

"Luasnya segitu 106,25 tinggal bagaiman nanti perhitungan kerugian akibat dampak tersebu," ujarnya.

Baca juga: Dinas PPPA Mesuji Lampung Kawal Kasus Rudapaksa 2 Anak di Bawah Umur, Beri Pendampingan ke Korban

Baca juga: 31 Orang Daftar Panwascam di Bawaslu Mesuji Lampung, Mayoritas Laki-laki

Pariman menyebut untuk umur tanam padi yang alami kerobohan akibat angin kencang disertai hujan deras itu bervariasi. Antara umur padi kurang sebulan panen, setengah panen hingga baru 70 hari tanam.

Dinas Pertanian Mesuji pun sudah mendata tanaman padi yang rusak akibat diterjang angin kencang beberapa waktu lalu tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved