Berita Lampung

Rapat dengan Tim Itjen Kemendagri, Wali Kota Bandar Lampung Jelaskan Pengangkatan PPPK Guru

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana rapat bersama tim Itjen Kemendagri. Dalam pertemuan tersebut Wali Kota menjelaskan pengangkatan PPPK guru.

Penulis: joeviter muhammad | Editor: Reny Fitriani
screenshot
Tangkapan layar video sejumlah PPPK Guru Bandar Lampung mengadu ke Hotman Paris di Jakarta, perihal gaji tak dibayar pemerintah. Rapat dengan tim Itjen Kemendagri, Wali Kota Bandar Lampung jelaskan pengangkatan PPPK guru. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengikuti rapat bersama tim Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, buntut dari PPPK guru mengadu ke Hotman Paris.

Dalam rapat tersebut turut hadir Pj Sekda, Inspektur Kepala Bappeda, Plt Kepala BPKAD.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepala BKD serta Kabag Hukum Pemkot Bandar Lampung.

Dalam pres rilis yang diterima Tribun Lampung, Kamis (29/9/2022) Walikota beserta rombongan telah mengikuti rapat, pada hari Rabu (28/9/2022) kemarin.

Bersama dengan Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, beserta Inspektur Khusus, dan jajaran Irjen Kemendagri RI.

Baca juga: Pemkot Bandar Lampung Alihkan Program Bedah Rumah untuk Pembangunan Drainase

Baca juga: Dekan Ekonomi Unila Nairobi Dicecar 10 Pertanyaan oleh KPK Terkait PMB Mandiri

Pertemuan juga dihadiri oleh Kepala Regional V Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan utusan dari Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI.

Serta utusan dari Inspektorat Provinsi Lampung untuk membahas issu tentang Gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru yang sempat viral di media sosial.

Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bandar Lampung, M Nur Ramdhan mengatakan pertemuan berlangsung dalam suasana yang baik.

Disertai dengan diskusi yang intensif dan mencari solusi terhadap issu yang berkembang tersebut. 

"Wali Kota Bandar Lampung telah membeberkan secara lengkap tentang proses pengangkatan PPPK Guru  tersebut," ujar Ramdhan, dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, Wali Kota menyampaikan secara lengkap sejak penyusunan formasi, seleksi yang dilaksanakan oleh BKN.

Termasuk proses verifikasi dan validasi, sampai dengan penyerahan SK Pengangkatan PPPK pada bulan Juli 2022 lalu.

"Walikota juga menyampaikan bahwa gaji PPPK Guru sudah dianggarkan pada Perubahan APBD 2022," kata Ramdhan.

Untuk prosesnya, lanjut Ramdhan saat ini sedang menunggu evaluasi dari Gubernur Lampung. 

"Untuk Tahun Anggaran 2023, gaji PPPK Guru juga sudah dianggarkan sebesar 92 Milyar pada RAPBD Tahun Anggaran 2023," kata Ramdhan.

Ramdhan menambahkan, dari pihak Itjen Kementerian Dalam Negeri RI memahami apa yang disampaikan oleh Walikota tersebut.

Itjen Kemendagri berharap gaji PPPK Guru di Kota Bandar Lampung segera dibayarkan. 

"Pembayaran Gaji PPPK, murni menggunakan dana APBD Kota Bandar Lampung, bukan melalui Dana Pusat," kata Ramdhan.

Selain itu, Ramdhan juga mengungkapkan bahwa pihak Irjen Kemendagri akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Agar penyaluran dana BOS bisa dilakukan tepat waktu, sehingga pihak sekolah tidak lagi terlambat membayar honor guru yang berasal dari Dana BOS.

Pihak Irjen Kemendagri juga berharap apa yang terbaik untuk Kota Bandar Lampung yang harus segera dilaksanakan.

"Terutama untuk melaksanakan pembangunan di Kota Bandar Lampung," kata Ramdhan.

Hotman Paris Didatangi PPPK Guru Bandar Lampung

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 1.166 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK guru Bandar Lampung mengadu ke pengacara kondang Hotman Paris karena belum digaji.

Perwakilan PPPK guru Bandar Lampung ini mendatangi Kopi Jhonny Kelapa Gading, tempat pengacara Hotman Paris ngopi dan membuka konsultasi hukum.

Kehadiran perwakilan  PPPK guru Bandar Lampung di Kopi Jhonny Kelapa Gading ini diinformasikan langsung Hotman Paris melalui akun Instagram @hotmanparishutapea, Senin (26/9/2022).

Melalui akun intagram Hotman Paris tersebut, salah satu PPPK guru berjaket hodie cokelat mengungkap terkait adanya 1.166 PPPK guru Bandar Lampung belum digaji oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung.

"Assalamualaikum....Alhamdulillah pagi ini kami sampai di Kopi Jhonny di Kelapa Gading ingin bertemu dengan bang Hotman, Bang Hotman tolong ke Kopi Jhonny bang Hotman, kami butuh pertolongan bang Hotman," kata pria berjaket hodie cokelat tersebut.

Dijelaskannya, seribuan guru PPPK Kota Bandar Lampung ini teraniaya dan terzolimi.

Mereka merasa sudah diangkat menjadi PPPK guru dari November 2021. Tapi belum dapat SPMT (Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas) hingga saat ini.

Sehingga seribuan PPPK ini belum gajian sampai 10 bulan kerja.

"Minta tolong bang Hotman, tolong kami bang Hotman. Ini teman-teman kami lagi otw (di jalan) mau ke sini juga bang Hotman, mbak Putri tolong kami stafnya bang Hotman dari Lampung," kata guru PPPK Bandar Lampung tersebut.

Pihaknya mewakili 1.166 guru PPPK Bandar Lampung yang belum digaji.

Pria tersebut mengungkapkan, bahwa pihaknya hanya sebagai perwakilan saja. Tidak semua PPPK guru berangkat ke Jakarta karena terkendala transport.

Menurutnya, sesuai data sejumlah 1.166 guru honorer diterima PPPK di Kota Bandar Lampung

"Kami diterima sebagai PPPK Oktober dan Desember 2021 yang semestinya Januari sudah mendapatkan SK," tambah pria berjaket hodie cokelat

Sampai detik ini juga belum juga mendapatkan SPMT, tolong kami bang Hotman. 

Sementara itu SK (Surat Keputusan) PPPK sudah dikeluarkan Juli 2022. Padahal idealnya pada Januari 2022.

Alasan PPPK guru belum digaji, menurut mereka karena tidak ada dana alokasi umum (DAU) dari pemerintah pusat yang dijanjikan untuk menggaji guru honorer.

Namun para PPPK guru ini mengklaim telah mendapat informasi dari komisi X DPR RI dan DPD RI.

Ternyata Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah mentransfer DAU sebesar Rp 43 Miliar dan Rp 38 M yang asumsinya untuk gaji guru honorer dari Januari sampai Desember 2022.

Para PPPK guru ini kini berharap kepada Hotman Paris.

Sebab mereka mengaku sudah melapor kepada komisi X DPR RI, namun tidak ada solusi.

Bahkan mereka juga mengaku sudah melapor ke Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim.

Lalu, mengadukan kepada DPRD Kota Bandar Lampung. Juga tidak ada solusinya.

"Solusi terakhir dan harapannya terakhir kami bang Hotman, di Indonesia ini untuk mendapatkan keadilan harus viral. Tolong kami bang Hotman," ucap pria berjaket hodie cokelat 

Para guru PPPK ini juga membawa poster bertuliskan diantaranya.

"Kami memperjuangkan hak guru PPPK Balam meskipun resiko kami dipecat demi keadilan #pppk".

"Pak Nadiem turun kelapangan dong jangan cuma terima laporan di atas meja".

"Walikota balam khianati peraturan BKN nomor 18 tentang guru PPPK balam , jadi korban !!! 
Biar tidak digaji ya buk ? Tega amat.".

"SK dan SPMT guru PPPK Kota Bandar Lampung diulur-ulur. Spmt belum keluar Gaji tak kunjung diterima !!!!".

Sementara itu, Hotman Paris Hutapea dalam keterangan di Instagramnya mengatakan bahwa dirinya sejak pukul 5 subuh sudah ditunggu di kopi Jonny. 

"Hotman baru sarapan subuh dengan istri tercinta! Aduh tugas Hotman 911 subuh nunggu! Gimana ini Pak Menteri Pendidikan, Walikota dan DPRD Bandar Lampung!?? Terima kasih atas dukungan Atlas Beach Club' terutama para pemegang saham utama yaitu Ivan, Eka, Jacky & Andre para anak muda yang dulu pendiri holywings ! Mereka bantu penuh kegiatan Hotman 911," tulis Hotman Paris Hutapea.

(Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter/Bayu Saputra)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved