Berita Lampung

Tak Bisa BAB Normal Akibat Usus Buntu, Bocah SD Pesisir Barat Butuh Uluran Tangan

Bocah SD asal Pesisir Barat penderita usus buntu ini terus berjuang melawan penyakit yang dideritanya hingga tak bisa BAB secara normal.

Tribunlampung.co.id/Sadial Arif
Bocah SD asal Pesisir Barat menunjukkan lubang di perut bekas operasi yang masih memerlukan penanganan medis akibat sakit usus buntu. Kini anak tersebut butuh uluran tangan dermawan untuk biaya penguatan diluar tanggungan KIS. 

" Sedih melihat kondisi Mariza sekarang, ia tidak bisa bermain layaknya anak-anak seusianya," ucapnya.

Untuk berobat ketiga kalinya ini, Irwandi merasa kebingungan mencari biaya pengobatan buah hatinya tersebut.

Sebab, sehari-hari ia bekerja sebagai buruh serabutan. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja dirinya harus banting tulang.

" Pekerjaan kita cuma buruh kaya gini, nyari duit Rp 10 ribu saja susah, apalagi kondisi anak saya kaya gini," bebernya.

Irwandi mengakui sudah memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun ada sebagian pengobatan yang biayanya harus ditanggung sendiri.

Termasuk biaya transportasi, biaya makanan dan biaya yang lain selama pengobatan.

" Kondisi ini membuat kami sangat kebingungan, mencari uang Rp 10 ribu saja saat ini sangat susah, apalagi mau mencari tempat berobat yang bagus," ucapnya.

Dengan kondisi perekonomian keluarganya yang serba kekurangan tersebut, ia sangat berharap bantuan dan uluran tangan dari para dermawan untuk membantu meringankan pengobatan buah hatinya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Pesisir Barat Lampung, Irhammudin mengatakan, untuk biaya berobat anak tersebut memang menjadi tanggungan pihaknya.

" Kalau terkait biaya atau kartu penjaminan anak tersebut memang tanggungan Dinas Kesehatan, tapi kalau untuk dana pendamping dan lain lain tidak ada," bebernya.

Irhammudin mengakui, kondisi Mariza bocah kelas V SD tersebut saat ini harus segera ditangani oleh dokter spesialis.

Saat ini pihaknya melalui Puskesmas Lemong terus memantau kondisi anak tersebut.

"Sudah kami perintahkan untuk memantau kondisi anak tersebut, namun sebatas kemampuan puskesmas, artinya pelayanan yang dilakukan dokter umum," imbuhnya.

(Tribunlampung.co.id /Saidal Arif)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved