Berita Lampung

Kemenparekraf Gelontor Dana Rp 3,3 M untuk Kebun Raya Liwa Lampung Barat

Anggaran Kemenparekraf untuk pengembangan destinasi wisata Kebun Raya Liwa tersebut digelontorkan melalui Disporpar Lampung Barat.

Tribunlampung.co.id / Bobby Zoel Saputra
Kebun Raya Liwa merupakan destinasi andalan di Liwa Lampung Barat, Jumat(15/07/2022). Kemenparekraf gelontor dana Rp 3,3 miliar untuk pengembangan wisata Kebun Raya Liwa Lampung Barat. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Barat - Kebun Raya Liwa Lampung Barat bakal digelontor anggaran sebesar Rp 3,3 miliar dari Kementrian Pariwisata dan Ekonoi Kreatif (Kemenparekraf).

Anggaran Kemenparekraf untuk pengembangan destinasi wisata Kebun Raya Liwa tersebut digelontorkan melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Lampung Barat.

DAK Kemenparekraf sebesar Rp 3,3 miliar untuk pengembangan Kebun Raya Liwa Lampung Barat tersebut meliputi DAK fisik dan non fisik .

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disporapar Lampung Barat Burlianto Eka Putra yang mengatakan, KRL (Kebun Raya Liwa) akan digelontar dana meliputi DAK fisik dan Non Fisik sebesar Rp 3,3 miliar.

“Kemenparekraf memberika anggaran DAK kepada kita sebesar Rp 3.310.525.000,” kata Burlianto, Jumat (7/10/2022).

Baca juga: Kapolres Lampung Barat Tinjau Gedung untuk Kantor Sementara Mapolres Pesisir Barat

Baca juga: Jalan Provinsi di Lampung Barat bak Kubangan, Penghubung Lampung-Sumsel

Rencananya, lanjut Burlianto, DAK tersebut akan dialokasikan untuk DAK fisik penugasan bidang pariwisata sebesar Rp 2.318.365.000.

Kemudian DAK non fisik dan pelayanan kepariwasataan sebesar Rp 991.160.000.

Lampung Barat menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Lampung yang mendapat anggaran DAK penugasan fisik bidang pariwisata dari pemerintah pusat.

Tidak terlepas dari hasil kerja keras Disporapar dan dukungan dari Kemenparekraf yang membuat KRL akhirnya dinyatakan memenuhi syarat untuk mendapatkan anggaran ini.

"Tentunya ini merupakan hasil dari kerja keras kita yang mana dari semua persyaratan administrasi dari bidang pariwisata sudah dipenuhi sampai dengan penilaian akhir,” kata Burlianto.

“Alhamdulillah dari Kemenparekraf juga menyatakan bahwa kita sudah memenuhi syarat,” terusnya.

Saat ini, tambah Burlianto, pihaknya masih menunggu rencana kerja dan juknis dari Kemenparekraf mengenai pelaksanaan DAK ini.

Baca juga: Kunjungan Wisatawan ke Lampung Barat Naik 2,1 Persen di Bulan September 2022

Baca juga: Sebanyak 76 Lakalantas Terjadi di Lampung Barat, 38 Orang Meninggal Dunia 

Burlianto mengatakan bahwa item-item yang sudah disetujui oleh pusat diantaranya ialah fasilitas rekreasi penunjang kegiatan wisata.

Rinciannya ialah plaza atau area pengunjung, bangku taman, gazebo, kios kuliner dan menara pandang struktur baja.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved