Berita Lampung

Pembunuhan Ketua Ormas di Bandar Lampung, Istri Nangis Minta Pelaku Lain Ditangkap

Istri korban pembunuhan ketua ormas di Bandar Lampung, Putri Sari Hartini menuntut keadilan kepada penegak hukum.

dokumentasi
Istri korban pembunuhan ketua ormas di Bandar Lampung, Putri Sari Hartini didampingi penasehat hukumnya dari Kantor Lembaga Bantuan Hukum Merah Putih minta keadilan kepada aparat penegak hukum agar semua pelaku ditangkap dan ditahan. 

Tribunlampung.co.id, Bandar LampungKasus pembunuhan ketua ormas di Bandar Lampung yang terjadi pada awal Juli 2022 lalu masih dalam tahap penyidikan Polresta Bandar Lampung.

Istri korban pembunuhan ketua ormas di Bandar Lampung, Putri Sari Hartini menuntut keadilan kepada penegak hukum.

Putri Sari Hartini menginginkan pelaku lain pembunuhan ketua ormas di Bandar Lampung segera ditangkap dan ditahan.

Kasus pembunuhan ketua ormas di Bandar Lampung telah merenggut nyawa Ketua Laskar Merah Putih Kecamatan Sukabumi Hapitul Rochman.

Istrinya Putri Sari Hartini didampingi penasehat hukum dari Kantor Lembaga Bantuan Hukum Merah Putih mengatakan, keluarga hanya minta keadilan kepada aparat penegak hukum.

Baca juga: Mantan Tenaga Kontrak Kebersihan DLH Bandar Lampung Layangkan Gugatan ke PTUN

Baca juga: Pemkot Bandar Lampung Anggarkan Rp 13 M, Gaji PPPK Guru Mulai Cair Akhir Oktober

Agar semua pelaku yang menganiaya suaminya hingga meninggal dunia segera ditangkap dan ditahan.

"Saya dan anak- anak ditinggal pergi suami untuk selama-lama nya. Kami butuh keadilan. Kenapa yang jadi tersangka hanya satu orang.

Pelaku lainnya kenapa belum menjadi tersangka," tangis Putri didampingi kakak iparnya Dede Kurnia Effendi saat memberikan keterangan pers kepada media di halaman kantor Polresta Bandar Lampung, Kamis (6/10/2022) siang.

Salah satu tim penasehat hukum keluarga korban Juendi Leksa Utama menyampaikan, ini merupakan perkara tindak pidana dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain.

Atau bersama- sama melakukan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan orang meninggal dunia atau penganiayaan yang menjadikan mati orangnya.

Menurutnya, baru satu yang telah ditetapkan penyidik sebagai tersangka dalam perkara ini, sedangkan delik yang disangkakan yaitu ketentuan pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHPidana dan Pasal 338 KUHPidana dan Pasal 351 ayat (3) KUHpidana.

"Itu berarti ada pelaku lainnya yang mesti juga ditetapkan jadi tersangka selain pelaku yang sudah ditahan oleh penyidik," desaknya.

Baca juga: Ekskavator TPA Bakung Terguling Timpa Truk Sampah Bandar Lampung

Baca juga: Kejati Lampung Periksa Kepala DLH Bandar Lampung Terkait Dugaan Korupsi Retribusi Sampah

Dia menambahkan, pengungkapan kasus ini telah berjalan tiga bulan lebih. Perkara ini harus segera dituntaskan. Kami percaya institusi kepolisian akan menjaga kredibilitas dan marwahnya sebagai lembaga penegak hukum.

"Penyelesaian perkara secara adil dan objektif akan menghindari potensi konflik horizontal pada tataran arus bawah mengingat korban merupakan ketua LPM Sukabumi. Untuk itu kami juga minta LMP agar menahan diri dan percayakan kasusnya pada penyidik," jelasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved