Banjir di Semaka Tanggamus
Belasan Hektare Sawah Fuso Akibat Terjangan Banjir di Tanggamus Lampung
Pada saat banjir melanda di Kabupaten Tanggamus terdapat puluhan hektare lahan pertanian milik warga yang ikut terendam, ada belasan hektare fuso.
Penulis: Dickey Ariftia Abdi | Editor: Reny Fitriani
Untuk 6 hektare yang fuso tersebut berumur 7 - 30 hari setelah tanam.
Selain persawahan ada juga tanaman cabaik yang terendam di daerah tersebut yang luasnya mencapai 4,5 hektare.
"Untuk tanaman cabai tidak ada yang fuso," kata Sarimin.
Daerah selanjutnya yaitu Kecamatan Wonosobo yang areal persawahan paling banyak yang dinyatakan fuso.
Di Kecamatan Wonosobo terdapat 131 hektare areal persawahan yang terendam banjir pada saat kejadian.
Dan di daerah tersebut terdapat 12 hektare sawah milik warga yang dinyatakan fuso atau rusak.
Tak hanya itu 1 hektare tanaman cabai yang terendam banjir juga semuanya rusak atau fuso akibat banjir.
Untuk Kecamatan Cukuh Balak terdapat 49 hektare persawahan yang terendam banjir yang terjadi di Kabupaten Tanggamus.
Tetapi nasib baik bagi para petani di daerah tersebut lantaran 49 hektare yang terendam semua dalam keadaan aman.
"Cukuh Balak tidak ada yang fuso karena masih 7-15 hari masa tanam," terangnya.
Sarimin juga mengatakan, estimasi kerugian yang diderita akibat rusaknya lahan pertanian ini sekitar Rp 150.500.000.
Untuk keseluruhan total ada 19 hektare sawah yang rusak karena banjir yang terjadi pada Sabtu lalu ini.
Ia juga mengatakan, data kerusakan tersebut seluruhnya akan diserahkan kepada atasan untuk ditindak lanjuti.
"Mudah-mudahan nanti kita usulkan kemudian bisa dapat bantuan benih," katanya.
( Tribunlampung.co.id / Dickey Ariftia )