Pringsewu

SMA Xaverius Pringsewu Jadi Sekolah Penggerak

Selain menjadi sekolah penggerak di Pringsewu, SMA Xaverius juga memiliki 7 calon guru penggerak.

Dokumentasi SMA Xaverius Pringsewu
Kepala Seksi SMA Wilayah II Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Iswanda Syahpri S.Sos, M.Si saat meresmikan SMA Xaverius Pringsewu menjadi sekolah penggerak, Kamis (27/10/2022) 

Tribunlampung.co.id, Pringsewu - SMA Xaverius Pringsewu merupakan sekolah swasta di Bumi Jejama Secancanan yang menjadi sekolah penggerak.

Pengawas Manajerial SMA Xaverius Pringsewu, Dra. Anna Trihaswari, M.M mengatakan, sekolah penggerak merupakan sekolah yang didampingi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi dalam menerapkan kurikulum merdeka.

Anna juga mengatakan, selain menjadi sekolah penggerak di Pringsewu, SMA Xaverius juga memiliki 7 calon guru penggerak.

Ia mengaku sangat bangga SMA Xaverius Pringsewu lulus seleksi sekolah penggerak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi.

"Tentunya kami merasa sangat senang dan juga bangga," kata Anna saat ditemui Tribunlampung.co.id, Kamis (27/10/2022).

Sementara, Kepala Seksi SMA Wilayah II Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Iswanda Syahpri S.Sos, M.Si juga ikut bangga SMA Xaverius Pringsewu menjadi sekolah penggerak. 

"Tentu sangat bangga SMA Xaverius Pringsewu dapat menjadi sekolah penggerak. Apalagi di SMA Xaverius ini terdapat juga 7 calon guru penggerak," kata Iswanda.

Ia mengungkapkan, menjadi sekolah penggerak dan calon guru penggerak bukanlah proses yang mudah.

Untuk mencapai itu, dibutuhkan perjuangan yang luar biasa dan juga harus melewati seleksi yang ketat.

Ia berharap, SMA Xaverius Pringsewu dapat menjadi contoh bagi sekolah lain.

"Mudah-mudahan ini menjadi contoh yang baik, bukan hanya perihal kirikulum saja, akan tetapi hal-hal lain, seperti kreativitas siswanya," tuturnya.

Dalam acara ini juga, terlihat siswa kelas X atau fase E melakukan gelar karya sebagai hasil dari projek penguatan profil pelajar pancasila dengan tema kewirausahaan.

Dalam projek kewirausaaan ini, siswa belajar dalam 3 Sub yaitu tata boga, tanaman hias dan sablon selama kurang lebih empat minggu.

Pada kesempatan ini juga diberikan bingkisan berupa natura atau sembako berjumlah 270 paket kepada para saudara yang kurang mampu. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved