Berita Lampung

Itera Lampung Ajak Mahasiswa dan Masyarakat Cerdas Pilih dan Gunakan Obat demi Kesehatan

Prodi farmasi Itera mengajak mahasiswa dan masyarakat luas untuk cerdas memilih dan menggunakan obat demi kesehatan dan cegah efek samping.

Penulis: Bayu Saputra | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Dok Prodi Farmasi Itera
Prodi Farmasi Itera ajak mahasiswa Itera untuk cerdas memilih dan menggunakan obat demi kesehatan, Minggu (6/11/2022). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Program Studi (Prodi) Farmasi Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengajak mahasiswa untuk cerdas dalam menggunakan obat.

Ketua pelaksana penyuluhan penggunaan obat dari Prodi Farmasi Itera, Nikodemus Sianturi mengatakan, mahasiswa harus cerdas dalam menggunakan obat.

Prodi Farmasi Itera ajak mahasiswa dan masyarakat cermat mengonsumsi serta harus tahu tata cara penggunaan obat.

"Mahasiswa harus bisa memilih obat secara baik," kata Ketua Pelaksana Penyuluhan Obat Prodi Farmasi Itera, Nikodemus Sianturi, saat dihubungi, Tribun Lampung, Minggu (6/11/2022).

Ajakan itu bukan untuk mahasiswa saja tapi juga untuk masyarakat umum saat memilih jenis obat

"Kami dari prodi farmasi mengajak mahasiswa dan masyarakat luas untuk cerdas dalam menggunakan obat," kata Nikodemus.

Baca juga: Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus Beri 800 Paket Sembako ke Lansia dan Warga Miskin

Baca juga: Bawaslu Lampung Bakal Uji Petik Sebelum Batas Waktu Perbaikan Verifikasi Parpol

Ia mengatakan, mahasiswa dan masyarakat harus cermat mengonsumsi serta harus cermat tentang tata cara penggunaan antibiotik.

Ia menjelaskan, semua orang harus tepat dalam menggunakan obat.

"Mahasiswa dan masyarakat juga harus cermat dalam mengonsumsi obat," kata Nikodemus.

Ia menjelaskan, mahasiswa dan masyarakat harus dapat informasi tentang obat secara benar.,

Nikodemus mengatakan, adapun tahapan dalam penggunaan obat yakni harus dimulai dan memiliki prinsip dapatkan, gunakan, simpan, buang (Dagusibu).

"Kami telah melakukan survei kepada mahasiswa di asrama Itera," kata Nikodemus.

Ia menjelaskan, hasil dari survei telah dilakukan yakni banyak mahasiswa menderita penyakit demam, nyeri, batuk, hingga maag.

Nikodemus mengatakan, mahasiswa perlu dilakukan edukasi mengenai cara pemakaian obat secara benar.

"Penyuluhan ini harapannya mahasiswa cerdas dalam menggunakan obat sangat bermanfaat untuk mahasiswa asrama," kata Nikodemus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved