Berita Lampung
Sulit Didapat, Harga Ikan Teri Nasi di Lampung Selatan Sentuh Rp 90 Ribu per Kg
Panen ikan teri nasi di Lampung Selatan itu tergantung kondisi cuaca ombak di perairan Lampung Selatan.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Pedagang di Pasar Inpres kota Kalianda, Lampung Selatan kesulitan mendapatkan ikan teri nasi.
Hal itu dikarena ikan teri nasi di Lampung Selatan memiliki musim panen, yakni tiga bulan sekali.
Panen ikan teri nasi di Lampung Selatan itu tergantung kondisi cuaca ombak di perairan Lampung Selatan.
Ketika, kondisi cuaca sedang buruk dan ombak di perairan Lampung Selatan sedang tinggi, nelayan tidak berani mencari ikan, terutama ikan teri nasi.
Dan membuat ikan teri nasi yang dijual nelayan ke pegadang di Pasar Inpres kota Kalianda tidak ada.
Karena stok ikan teri nasi tidak ada, kalaupun ada pedagang yang menjual ikan teri nasi harganya sudah mahal yakni Rp 90 ribu per kilo.
Baca juga: Engsel Gerbang Diangkat Perlahan, 3 Motor Raib di Rumah Mertua Kapolres Lampung Selatan
Baca juga: PWNU: Tak Ada Aliran Dana Suap ke Muktamar NU, KPK Periksa 5 Saksi di Mapolresta Lampung
Salah satu pedagang ikan teri nasi di Pasar Inpres kota Kalianda Davi mengatakan dirinya tidak memiliki stok ikan teri nasi.
Dikatan Davi, sudah lama dirinya tidak menjual ikan teri nasi, karena stok juga tidak ada.
Lanjutnya, di pengepul ikan asin yang biasa mengantar ikan ketempatnya juga kekosongan stok ikan teri nasi.
Sehingga, kata Davi, sudah 3 bulan dirinya tidak mendapat ikan teri nasi dari nelayan.
Menurut Davi, kalaupun barang ada (ikan teri nasi) harganya pun sudah mahal, dan barangnya tidak sesegar sewaktu saat musim panennya.
Davi menyebut dirinya kini hanya menjual ikan teri biasa.
"Sekarang saya jualnya ikan teri besar, yang biasa. Bukan teri nasi. Harga ikan teri biasa Rp 70 ribu per kilogram," kata Davi, Sabtu (19/11/2022).
Davi mengatakan dirinya juga menjual ikan asin lain selain ikan teri nasi.
Kata Davi, ia menjual cumi asin dengan harga Rp 110 ribu per kilogram.