Berita Lampung

Komnas PA Bandar Lampung Catat 43 Kasus Kekerasan Anak di 2022, Tahun Lalu 34 Kasus

sSejak Januari sampai November 2022 ada 43 kasus kekerasan pada anak, sedangkan pada 2021 lalu 34 kasus, tahun 2020 hanya 26 kasus.

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Dok Ahmad Apriliandi Passa
Komnas PA Bandar Lampung menyebut terdapat 43 kasus sampai November 2022, sedangkan tahun lalu 34 kasus dan tahun 2020 ada 26 kasus. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Bandar Lampung menyebut terdapat 43 kasus kekerasan terhadap anak sepanjang tahun 2022.

Sejumlah kasus tersebut terhitung dan ditangani Komnas PA Bandar Lampung sejak 1 Janurari hingga 27 November 2022 .

Ketua Komnas PA Bandar Lampung, Ahmad Apriliandi Passa mengatakan, kasus kekerasan terhadap anak di Bandar Lampung selalu meningkat tiap tahun sejak tahun 2020 lalu.

"Sampai dengan hari ini ada 43 kasus kekerasan pada Anak," ujar Ahmad Apriliandi Passa, Senin (28/11/2022).

Apri menerangkan, 43 kasus tesebut merupakan akumulasi dari berbagai kekerasan yang melibatkan anak.

Adapun data tersebut berupa pencabulan sebanyak 10 kasus, penelantaran 3 kasus, sengketa anak 9 kasus, dan anak bermasalah hukum 4 kasus.

Baca juga: DPRD Minta Pemkot Metro Tingkatkan Kualitas Pembangunan Tahun 2023

Baca juga: Promo Beli Satu Gratis Satu Tiket di CGV Transmart Lampung, Berlaku Sabtu dan Minggu

Selain itu, terdapat juga kasus terkait pendidikan 4 kasus, Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada anak 9 kasus, serta perundungan atau bullying 4 kasus.

Lebih lanjut, Apri mengatakan jika kasus kekerasan anak pada tahun 2022 ini selalu meningkat selama dua tahun belakangan.

"Jumlah ini lebih banyak jika dibandingkan sampai akhir 2021 lalu, yaitu 34 kasus dan akhir 2020 hanya 26 kasus," ucap Apri. 

Selanjutnya, Apri mengatakan pihaknya menyayangkan hal tersebut.

Menurutnya, kasus kekerasan terhadap anak harus menjadi perhatian khusus terutama oleh pemerintah.

"Harus ada upaya serius dan terarah dari pemerintah dan pemerintah harus hadir untuk mengatasi hal ini," kata Apri.

"Pemerintah juga harus menggandeng lapisan masyarakat dalam mencegah serta menekan angka kekerasan fisik terhadap anak dan juga kekerasan seksual terhadap anak yang kerap terjadi di Bandar Lampung," ujarnya.

Pasalnya menurut Apri, sebagian besar KDRT yang terjadi ikut menyeret anak yang akhirnya menjadi korban.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved