Berita Lampung

Satnarkoba Tanggamus Lampung Selidiki Temuan Alat Isap Sabu di Bekas Perumahan Guru

Satresnarkoba Polres Tanggamus selidiki siapa pemilik alat isap itu dan di lokasi ditemukan plastik klip bekas kemasan sabu.

Penulis: Dickey Ariftia Abdi | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Dok Polres Tanggamus
Satnakoba Polres Tanggamus selidiki temuan alat isap sabu di bekas perumahan guru SDN Banding, Kecamatan Bandar Negeri Semong, kini bangunan rumah guru itu dirobohkan atas kesepakan uspika. 

Tribunlampung.co.id, Tanggamus - Satresnarkoba Polres Tanggamus, Lampung lakukan penyelidikan temuan alat isap sabu di bekas perumahan guru SD Negeri Banding, Kecamatan Bandar Negeri Semoung, Senin (28/11/2022). 

Bangunan bekas perumahan guru yang di dalamnya ada alat isap sabu dan masih diselidiki Satresnarkoba Polres Tanggamus, Lampung ada di samping sekolah SD Negeri Banding, Bandar Negeri Semoung.

Temuan alat isap sabu di bekas perumahan guru SD Negeri Banding, Bandar Negeri Semoung diterima Satresnarkoba Polres Tanggamus, Lampung usai masyakarakat melaporkannya.

Penyelidikan Satresnarkoba Polres Tanggamus untuk  mengungkap siapa pemilik alat isap sabu tersebut. 

Iptu M Yusuf selaku Kasi Humas Polres Tanggamus mengatakan, pihaknya mengetahui ada alat isap itu dari warga sekitar. 

Warga melapor temuan sejumlah alat hisap sabu di salah satu bangunan bekas perumahan guru SD. 

Baca juga: 77 Pejabat Daerah Lampung Barat Dilantik di Lamban Pancasila, Bupati Parosil: Momen Bersejarah

Baca juga: Guru Besar Hukum Prof Hamzah Daftar Bacarek Unila, Prihatin Peristiwa Extra Ordinary Crime

Selanjutnya, pihaknya mengamankan alat hisap sabu serta melakukan penyelidikan guna mengungkap palakunya. 

“Informasi pada Rabu, 23 November 2022 didapatkan informasi temuan alat isap sabu di bekas gedung SD dan personel Satresnarkoba bersama Polsek Wonosobo telah melakukan penyelidikan,” kata Yusuf mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi. 

Ia menjelaskan, selain temuan alat isap, hasil penyelidikan di salah satu bangunan juga ditemukan banyak plastik klip bekas kemasan sabu

Sedangkan untuk alat isap yang ditemukan biasa disebut bong.

Diketahui, sekolah SDN Banding juga tidak memiliki pagar pembatas. 

"Jadi memudahkan akses para penyalahguna narkoba masuk ke area sekolahan tersebut,” kata Yusuf. 

Dirinya juga mengatakan, uspika, pekon dan pihak sekolah sepakat untuk merobohkan bangunan tak terpakai itu. 

Hal itu dilakukan, untuk mencegah kejadian serupa terulang. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved