Berita Lampung

Polisi Olah TKP Penganiayaan Wartawan di Lokasi Tambang Ilegal di Pesawaran Lampung

Satreskrim Polres Pesawaran, Lampung melakukan olah TKP terkait penganiayaan wartawan di lokasi tambang ilegal.

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
Anggota saat lakukan olah TKP. Polisi olah TKP penganiayaan wartawan di lokasi tambang ilegal di Pesawaran Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Satreskrim Polres Pesawaran, Lampung melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP terkait penganiayaan wartawan di lokasi tambang ilegal.

Olah TKP penganiayaan wartawan berinisial FS (38) tersebut berada di Desa Mulyosari, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Dalam olah TKP penganiayaan wartawan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reksrim Polres Pesawaran AKP Supriyanto Husin bersama anggota, serta disaksikan langsung oleh kepala desa setempat.

AKP Supriyanto mengatakan olah TKP ini dilakukan dikarenakan ada peristiwa keributan.

Sehingga Satreskrim turun langsung untuk mengecek lokasi guna mencari tahu peristiwa kebenarannya.

"Ya, hari ini kita lakukan olah TKP bersama anggota, ternyata di sini kita temukan ada pengolahan tambang emas ilegal," ujar Supriyanto, Selasa (6/12/2022).

Baca juga: Terinspirasi dari Instagram, Pengusaha Furniture di Pringsewu Lampung Raup Omzet Ratusan Juta

Baca juga: Wartawan Dianiaya saat Konfirmasi Soal Tambang Emas di Way Ratai Pesawaran Lampung

Supriyanto mengatakan, untuk sementara akan dilakukan olah TKP terlebih dahulu.

Lalu kemudian akan mengamankan beberapa barang yang diduga menjadi pengolahan tambang ilegal.

"Maka kami dari Satreskrim dari Unit Tipidter akan melakukan langkah-langkah hukum dengan didampingi oleh kepala desa," kata dia.

Tak hanya itu, Supriyanto lanjutkan, akan meminta keterangan dari aparatur desa dan juga pemilik lokasi tambang emas ilegal tersebut.

Sementara itu Kades Mulyosari, Saepudin, mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui peristiwa penganiayaan tersebut.

Saepudin mengatakan, saat itu ia sedang rapat di kantor desa.

Namun, lanjut Saepudin, ia dihubungi via telepon pada pukul 13.00 WIB oleh warganya dikarenakan ada peristiwa penganiayaan oleh pengelola tambang emas kepada seorang wartawan.

"Sehingga saya beserta bhanbinkamtibmas, serta anggota dari Polsek Padang Cermin mendatangi lokasi kejadian," ucap Saepudin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved