Berita Terkini Artis

Kaesang Pangarep Gelar Prosesi Siraman Adat Solo, Erina Gudono Adat Yogyakarta

Kaesang Pangarep dan Erina Gudono akan menggelar prosesi siraman sebelum pelaksanaan akad nikahnya pada Sabtu 10 Desember.Siraman digelar pada Jumat.

Editor: Gustina Asmara
Kolase Instagram
Foto ilustrasi, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono akan menggelar prosesi siraman pada Jumat 9 Desember 2022 atau hari ini. 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Kaesang Pangarep dan Erina Gudono akan menggelar prosesi siraman sebelum pelaksanaan akad nikahnya pada Sabtu 10 Desember 2022.

Prosesi siraman Kaesang Pangarep dan Erina Gudono akan digelar pada hari Jumat (9/10/2022) pagi.

Kaesang Pangarep akan menggelar prosesi siraman dengan adat Solo. Sementara Erina Gudono menggelar prosesi siraman dengan adat Yogyakarta.

"Yang di Jogja, (adat) Jogja, yang di Solo, (adat) Solo. Siraman saya pakai Solo, midodareni saya juga pakai Solo. Dari keluarga Erina Jogja. Prosesi nanti akad terus panggih, setelah itu resepsi kecil untuk foto-foto yang hadir di sini (Pendopo Royal Ambarrukmo), kan kebetulan juga cuma hanya 150 undangan di sini," kata Kaesang Pangarep.

Lantas apa bedanya Siraman Yogyakarta dan Siraman Solo?

Baca juga: Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Dijaga 10.800 Pasukan

Baca juga: Presiden Uni Emirat Arab Diundang ke Pernikahan Kaesang dan Erina

Dalam adat Jawa, pernikahan terbagi menjadi dua yakni Keraton Surakarta, Solo dan pernikahan adat Keraton Yogyakarta.

Seperti yang dilakukan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, karena keduanya berasal dari dua kota berbeda, maka pasangan ini pun harus mengikuti adatnya masing-masing.

Memang secara garis besar prosesi upacaranya terlihat sama. Namun, cara dan rinciannya pun bisa sepenuhnya tidak sama.

Seperti halnya, siraman yang akan digunakan Kaesang dan Erina Gudono pada 9 Desember 2022.

Pada posesi siraman yang akan dilakukan Kaesang Pangarep di Solo, ternyata berbeda dengan Erina.

Menurut rangkuman Tribunjogja.com dari berbagai sumber, prosesi siraman dalam adat Keraton Surakarta berjumlah sembilan, yang bermakna agar kita mengenang keluhuran Wali songo.

Sedangkan pada adat Keraton Yogyakarta siraman berjumlah tujuh yang memiliki makna pitulung yang artinya dapat memberikan pertolongan.

Pada prosesi adat Keraton Surakarta, setelah upacara siraman selesai dilanjut dengan upacara dodol dawet.

Dodol dawet ini artinya jual dawet yang merupakan simbol dari kata kemruwet, bermakna agar pada saat pesta pernikahan jumlah tamu yang hadir akan banyak.

Baca juga: Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Undang 6 Ribu Orang, Diangkut Pakai Becak

Baca juga: Pernikahan Kaesang Pangarep dan Erina Gudono Tak Terima Amplop Sumbangan

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved