Lampung Bangkit

Hantoni Hasan Sebut Pendapatan Petani di Lampung Minim, Tidak Seimbang Besarnya Biaya Produksi

Kondisi ini, menurut Hantoni, tidak sebanding dengan kerja keras yang dilakukan petani untuk membangkitkan hasil pertanian di Lampung.

Dokumentasi Tribunlampung.co.id
Hantoni Hasan, bakal calon Gubernur Lampung. Hantoni Hasan memandang perlunya perhatian lebih dari pemangku kepentingan terhadap kesejahteraan petani di Lampung. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Hantoni Hasan, bakal calon Gubernur Lampung memandang perlunya perhatian lebih dari pemangku kepentingan terhadap kesejahteraan petani di Lampung.

Hantoni Hasan menilai, sejauh ini kesejahteraan petani di Lampung masih belum mendapat perhatian lebih.

Kondisi ini, menurut Hantoni, tidak sebanding dengan kerja keras yang dilakukan petani untuk membangkitkan hasil pertanian di Lampung.

Sehingga provinsi Lampung masuk dalam salah satu wilayah lumbung pangan di Indonesia.

“Potensi pertanian di Lampung sangat tinggi, namun sayangnya nasib petani belum mendapat benefit yang sesuai. Kondisi inilah kedepan yang menjadi tantangan kita untuk dibenahi,” ungkap Hantoni Hasan kepada Tribunlampung.co.id, Rabu (21/12/2022) kemarin.

Hantoni Hasan yang digadang-gadang bakal maju pada kontestasi Pilgub Lampung 2024 itu mengungkapkan, dari sisi produksi pertanian di Lampung sejauh ini sudah cukup bagus.

Baca juga: Hantoni Hasan Beri Isyarat Lanjutkan Pembangunan Gubernur Lampung Terdahulu yang Mandek

Baca juga: Hantoni Hasan Ingin Lampung Punya Pabrik Pupuk yang Dikelola BUMD Milik Pemerintah Daerah

Namun sayangnya kondisi itu belum diimbangi dengan upaya untuk meningkatkan benefit petani di Lampung.

“Faktanya begitu, untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Lampung masih belum maksimal,” tutur politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.

Pengusung tagline Lampung Bangkit ini rupanya punya alasan mengapa menyebut kesejahteraan petani di Lampung masih belum maksimal.

Tolak ukurnya, kata Hantoni, benefit atau keuntungan yang didapat petani dari hasil mengolah lahan pertanian yang digarapnya.

“Ini bisa dilihat dengan nilai tukar petani atau NTP yang masih berkisar di angka 100 lebih sedikit,” kata HantonI Hasan.

Hantoni Hasan membeberkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik ( BPS ), per Juli 2022 NTP Provinsi Lampung berada dikisar 102,035.

“Ini turun 2,05 persen dibanding NTP bulan sebelumnya,” ungkap mantan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung Fraksi PKS ini.

Menurutnya, NTP itu secara makna adalah pendapatan petani setelah dikurangi biaya produksi yang dikeluarkan.

Artinya, kata Hantoni Hasan, pada bulan Juli itu petani hanya mendapatkan 2,035 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved