Advertorial

Melalui Bank Sampah Masyarakat Berperan Ciptakan Peluang Baru Pendekatan Sirkular Ekonomi

Berdasarkan data Indonesia National Plastic Action Partnership yang dirilis April 2020, sebanyak 67,2 juta ton sampah.

Istimewa
Komitmen Bersama Stakeholder Lingkungan Dalam Pilot Project Community Development Bank Sampah di Kota Metro 

Sehingga pendekatan keterlibatan sembilan pihak kepentingan (NonaHelix untuk menyelesaikan permasalahan sampah dari sumbernya bukan suatu keniscayaan.   

Komitmen Bersama Stakeholder Lingkungan Dalam Pilot Project Community Development Bank Sampah di Kota Metro

Pemilihan Kota Metro sebagai tempat pelaksanaan proyek rintisan dikarenakan permasalahan penanganan sampah yang belum dapat dikendalikan sepenuhnya. 

Kota Metro yang memiliki Luas wilayah 68,74 km2 atau 6.874 ha, terbagi dalam 5 kecamatan dan 22 kelurahan dihuni oleh kurang lebih 169.500 jiwa berdasarkan data BPS tahun 2020.  

Kota Metro menghasilkan sampah rata-rata kurang lebih 102,47 per hari.  

Saat ini Kota Metro memiliki 1 TPA di Karang Rejo yang menggunakan metode open dumping diatas luasan lahan 14 hektar yang sangat  terbatas. 

Maka, perlu ada langkah penanganan yang efektif dan efisien untuk permasalahan sampahnya. 

Penanganan yang belum tepat atas permasalahan sampah akan menghasilkan gas rumah kaca berbahaya yang berkontribusi pada perubahan iklim. 

Tempat pembuangan sampah padat merupakan sumber emisi metana terbesar ketiga yang dapat mengganggu estetika kota, polutan hasil dekomposisi, pencemaran air.

Dan juga pencemaran tanah sebagai akibat sampah yang tidak dikelola dengan baik yang juga dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan kita dengan timbulnya berbagai penyakit bagi warganya.

Para inisiator Pilot Project Community Development Bank Sampah memiliki ambisi mewujudkan Kota Metro yang bersih dan berkelanjutan mengurangi beban timbunan sampah di TPA Karang Rejo dan menjadikan inisiatif ini sebagai penggerak ekonomi sirkular di masyarakat.  

Berdasarkan hal tersebut CCEP Indonesia mengambil langkah inisiatif membangun kolaborasi antar pihak  dalam rangka membangun kesadartahuan masyarakat melalui  5 tahap.

Diantaranya, pemetaan permasalahan, tahap penataan istitusionalisasi, komunikasi publik, operasional pendampingan, pemberdayaan, dan bantuan infrastruktur, serta monitoring dan duplikasi program. 

Melalui program Pilot Project Community Development Bank Sampah, CCEP Indonesia bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro, bertujuan mengajak masyarakat untuk mulai membangun gerakan Pilah Sampah dari Rumah.

Melalui pembekalan dan pelatihan , studi tiru / studi banding dan akan dilanjutkan dengan kegiatan riset , pendampingan, penguatan kelembagaan bank sampah dan konsultasi setiap bulan hingga akhir tahun ini. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved