Advertorial

Melalui Bank Sampah Masyarakat Berperan Ciptakan Peluang Baru Pendekatan Sirkular Ekonomi

Berdasarkan data Indonesia National Plastic Action Partnership yang dirilis April 2020, sebanyak 67,2 juta ton sampah.

Istimewa
Komitmen Bersama Stakeholder Lingkungan Dalam Pilot Project Community Development Bank Sampah di Kota Metro 

Tahun pertama Pilot Project Community Development  Bank Sampah dan pendampingan masyarakat sepanjang tahun 2022 telah dilakukan di 5 Kecamatan Kota Metro.

Yakni, Metro Selatan, Metro Barat, Metro Utara, Metro Pusat dan Metro Timur telah diikuti oleh 22 Bank Sampah PKK, melibatkan 1.155 orang nasabah Bank Sampah PKK dari 22 Kelurahan yang menjadi target pendampingan sepanjang tahun 2022. 

Kegiatan ini berhasil mencatatkan total sampah yang terpilah sebanyak 22.828 kilogram. 

Mulyadi, Tokoh Masyarakat, Penggiat Lingkungan dan Pengelola Bank Sampah di Kelurahan Hadimulyo Timur menyatakan, kemasan produk paska konsumsi yang memiliki nilai ekonomi tinggi ini yang menjadi motivas dirinya untuk mulai melakukan pemilahan sampah bersama warga . 

"Sedangkan untuk sampah organik yang membutuhkan pengolahan, kami jadikan tambahan pendapatan Bank Sampah di tempat kami,” ucapnya. 

Mulyadi menambahkan, selama berjalannya program  ini, bank sampahnya juga mendapatkan bantuan pendampingan melengkapi izin operasional.

Juga kemudahan akses mendapatkan bantuan modal kerja KUR bagi pengembangan bank sampah, dan yang terpenting adalah adanya kemudahan akses transaksi non-tunai.

Sehingga memudahkan pembayaraan bagi nasabah melalui fasilitas yang disediakan berupa Program Agen 46 yang diberikan oleh BNI. 

Sementara itu, Yerri Noer Kartiko Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro menilai kolaborasi dalam program ini mampu melahirkan model pengelolaan bank sampah yang transparan dan berkelanjutan. 

“Saat ini kami mulai mempersiapkan peta jalan pengelolaan bank sampah dan pengelolaan sampah secara bersama-sama.  Tugas kita bersama saat ini adalah bagiamana mengajak masyarakat lebih banyak mulai melakukan pemilahan sampahnya dari rumah,“ ucap Yerri.

Harapannya, program Pilot Project Community Development Bank Sampah ini dapat mengurangi sampah dari sumbernya yang terukur ,sesuai target pemerintah sebesar 30 persen.

Pengurangan dilakukan mulai  dari perumahan, sekolah, tempat usaha, perkantoran, area pelayanan publik, tempat wisata, pasar, dan berbagai sumber sampah lainnya. 

Dengan melihat peta sumber sampah, para inisiator ingin memberikan nilai tambah pada sampah sehingga dapat menjadi komoditas dan dapat menata sebuah ekosistem sirkular ekonomi  melalui peran bank sampah

Dengan penerapan sistem ekonomis sirkular, sumber daya yang tersedia akan terus termanfaatkan melalui penggunaan material yang terus berputar dalam suatu lingkaran ekonomi sehingga dapat digunakan secara terus-menerus. 

Salah satu wujud penerapan sistem ini terhadap pengolahan sampah adalah dalam bentuk bisnis daur ulang.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved