Berita Lampung

Kasus DBD di Mesuji Lampung Tahun 2022 Meningkat Drastis Capai 112 dari 32 Kasus

kasus DBD di Mesuji Lampung mencapai 112 kasus pada 2022 dari tahun sebelumnya 32 kasus.

Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/M Rangga Yusuf
Salah satu rumah warga di Desa Brabasan Mesuji Lampung sedang dilakukan fogging untuk pencegahan DBD karena tahun 2022 meningkat drastis dari tahun sebelumnya. 

Tribunlampung.co.id, Mesuji - Sepanjang tahun 2022 jumlah kasus demam berdarah dangue (DBD) di Mesuji Lampung mencapai 112 kasus.

Jumlah DBD pada 2022 di Mesuji Lampung meningkatkan drastis dibandingkan di tahun sebelumnya yang hanya 32 kasus.

Peningkatan jumlah kasus DBD tersebut dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dinkes) Mesuji, Lampung Suyono, Kamis (5/1/2023).

"Sepanjang tahun 2022 ini ada 112 kasus DBD di Kabupaten Mesuji, angka itu lebih meningkatkan jika dibandingkan di tahun 2021 yang mencapai 32 kasus," ujarnya.

Selanjutnya, Suyono mengungkapkan bahwa ratusan kasus DBD tersebut banyak terjadi pada awal tahun 2022.

Sedangkan untuk kasus DBD pada 2021 banyaknya terjadi pada bulan November dan Desember 2022.

Baca juga: Diskes Mesuji Lampung Tanggung Obat Gratis Penderita HIV/AIDS Seumur Hidup

Baca juga: 60 UMKM di Mesuji Lampung Peroleh Bantuan Dampak Inflasi

Selain itu, Suyono menuturkan dari ratusan kasus DBD yang terjadi sepanjang Tahun 2022 itu terbanyak ada di Kecamatan Tanjung Raya.

"Dimana 53 kasus di wilayah kerja Desa Brabasan dan 11 kasus di wilayah kerja Desa Trijaya Mulya," sebutnya.

Ditambahkannya, dari ratusan kasus DBD di Kabupaten Mesuji semuanya selamat tanpa ada yang meninggal dunia.

Ia menyebut pasien yang selamat dari kasus DBD di Kabupaten Mesuji dilatarbelakangi oleh kesadaran masyarakat yang tinggi.

"Sebab waktu itu sebagian masyarakat agak paham ketika panas segera ke fasilitas layanan dan dapat layanan,"

"Jadi pasien yang mengalami DBD tidak datang saat kondisi kritis," sambungnya.

Lebih lanjut memasuki musim penghujan ini Suyono berharap kepada masyarakat untuk dapat menjaga kebersihan lingkungan.

"Bagi warga yang punya perabotan atau sampah di halaman rumah untuk bisa segera dibersihkan," ucapnya.

Mengingat, kata dia, barang bekas atau sampai tersebut dapat menggenangi air hujan.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved