Berita Lampung
Kasus DBD di Lampung Selatan pada 2022 Naik 17 Kasus Dibanding 2021
Kasus DBD tahun 2022 di Lampung Selatan 264 kasus sedangkan 2021 ada 247 kasus.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Tri Yulianto
Dan, kata Ridwan pada November 2021 terdapat 43 kasus, 18 November 2022 terdapat 15 kasus.
Dikatakannya, pada Desember 2021 terdapat 46 kasus, pada Desember 2022 jumlah kasus menurun menjadi 16 kasus.
Didik mengatakan pihaknya telah menyiapakan sarana dan prasarana di seluruh puskesmas untuk tindakan pemberantasan sarang nyamuk.
"Sarana sudah standby seperti alat fooging dan bubuk abate, petugas juga sudah kita siagakan di puskesmas-puskesmas yang teirndikasi atau ditemukan temuan banyaknya kasus DBD," kata Didik
Lanjut Didik, SOP penanganan DBD sudah disosialisasikan disetiap puskesmas yakni melakukan pelacakan dari mana masyarakat terkena DBD.
"Jadi kalau ada kasus, kita selidiki dahulu. Lalu kalau ada temuan kita lakukan pemberantasan sarang nyamuknya dan melaksanakan 5M (plus)," kata Didik.
"Kita berikan bubuk Abate, kalau perlu jika ditemukan kasus DBD luar biasa kita lakukan fooging diwilayah tersebut," sambungnya.
Baca juga: Dinas Kesehatan Sebut Ada 416 Kasus DBD Selama 2022, dan 1 Kasus Kematian
Baca juga: 248 Kasus DBD Sepanjang 2022 Terjadi di Pringsewu, Satu Pasien Meninggal
Didik menuturkan dalam banyak kesempatan pihaknya selalu menekankan kepada jajaran di puskesmas agar melakukan pengawasan dan pemantauan yang ketat terhadap daerah yang muncul kasus.
Pihaknya mengajak agar masyarakat menerapan PHBS dan melaksanakan 5M (plus) yakni, mengubur, menguras, menutup, menggunakan lotion anti nyamuk dan menggunakan kelambu.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kasus-DBD-pada-2022-ada-264-kasus-di-Lampung-Selatan.jpg)