Berita Lampung
Alih Komoditas dan Cuaca Turunkan Panenan Buah Kopi di Pesisir Barat Lampung
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pesisir Barat mencatat hasil panenan buah kopi pada tahun 2022 sebanyak 3.031 ton.
Penulis: saidal arif | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id, Pesisir Barat - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pesisir Barat Lampung menyatakan hasil panenan buah kopi turun pada 2022.
Penurunan produksi buah kopi salah satu faktornya karena lahan tanaman kopi di Pesisir Barat Lampung beralih ke komoditas pertanian lainnya serta faktor cuaca.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pesisir Barat mencatat hasil panenan buah kopi pada tahun 2022 sebanyak 3.031 ton.
Menurut Kabid Perkebunan pada Dinas DKPP Pesisir Barat, Zulfikardo, produksi kopi pada tahun 2022 turun jika dibanding pada tahun sebelumnya.
"Faktor beralihnya petani ke tanaman lain menjadi salah satu penyebab menurunya produksi kopi," jelasnya. Jumat (13/1/2023).
Dijelaskanya, pada tahun 2021 produksi kopi di Pesisir Barat mencapai 3.372 ton.
Baca juga: Realisasi Investasi di Pesisir Barat Lampung Tahun 2022 Capai Rp 617 Miliar
Baca juga: Biji Kopi Lampung Diekspor ke 65 Negara Dalam 3 Tahun Terakhir
Sementara pada 2022 sebanyak 3.031 ton.
Meskipun selisih hasil produksi kopi tersebut tidak terlalu signifikan, namun tetap menjadi perhatian pihaknya.
Ke depan pihaknya akan terus mendorong para petani agar para petani dapat meningkatkan produksi kopi.
Selain itu, faktor lainnya yang menyebabkan produksi kopi di Pesisir Barat menurun dikarenakan faktor cuaca.
"Intensitas hujan yang cukup tinggi dan durasi yang lama juga mempengaruhi hasil kopi di tingkat petani," bebernya.
Ditambahkanya, kualitas kopi Pesisir Barat terbilang cukup tinggi.
"Mayoritas kopi ada berjenis kopi robusta, kalau arabika kita tidak ada," kata dia.
Zulfikardo melanjutkan, keunggulan kopi robusta yang ada di Pesisir Barat kadar airnya yang sangat rendah.
Sebab, cuaca di daerah Pesisir Barat terbilang cukup panas karena berada di Pesisir.
"Semakin sedikit kadar airnya maka kuwalitas kopi akan semakin tinggi," ungkapnya.
Lanjutnya, biji kopi di Pesisir Barat terbilang lebih kecil dibanding kopi yang ada di daerah lain, termasuk Lampung Barat.
"Meskipun biji kopi kita lebih kecil tapi kualitasnya lebih bagus," imbuhnya.
Untuk itu dirinya mengajak agar petani mempertahankan kualitas kopi yang ada.
Tujuannya agar kopi tetap terjaga kata dia, dimulai dari pemetikan dan penjemuran.
Baca juga: Cabai Merah di Pesisir Barat Lampung Tembus Rp 70 Ribu per Kg
Baca juga: Belum Stabil, Getah Damar di Pesisir Barat Lampung Masih Rp 14 Ribu per Kg
"Kopi inikan paling bagus kalau di petik merah bukan mentah," katanya.
Kemudian, waktu penjemuran harus diperhatikan jangan sampai bersentuhan langsung dengan tanah dan menggunakan terpal.
Sebab aroma kopi itu tergantung waktu dijemur, kalau langsung dijemur dengan tanah baunya akan bau tanah.
Selain itu, penjemuran dengan terpal dimaksudkan agar kopi tidak menyerap kadar air, sehingga kualitasnya akan sedikit lebih menurun.
(Tribunlampung.co.id/ Saidal Arif)
Pemprov Lampung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Megathrust dan Tsunami |
![]() |
---|
Sekdaprov Lampung Lantik 2 Kadis, Saipul Pimpin Dinas PMDT, Hanita Nahkodai Dinas PPPA |
![]() |
---|
DPRD Bandar Lampung Sahkan Raperda APBD Perubahan 2025, Pendapatan Rp 3,3 Triliun |
![]() |
---|
Pedagang di Bandar Lampung Masih Jual Beras dengan Harga Lama |
![]() |
---|
Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat HUT Pesawaran, Wabup Antonius Turut Hadir |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.