Berita Lampung

Burung Emprit di Bandar Lampung Laris Manis saat Tahun Baru Imlek 2023

Sebanyak 700 ekor burung emprit ludes diserbu warga Tionghoa saat dan akan memasuki vihara Thay Hin Bio, Bandar Lampung.

Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Burung emprit di Bandar Lampung laris manis di momen Tahun Baru Imlek Bandar Lampung, Minggu (22/1/2023). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Sebanyak 700 ekor burung emprit milik Asep (35) warga Candipuro, Lampung Selatan ludes diserbu warga Tionghoa yang merayakan Imlek Tahun 2023 di depan Vihara Thay Hin Bio Bandar Lampung.

Asep (35) warga Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan mengatakan, sebanyak 700 ekor burung emprit ludes diserbu warga Tionghoa saat dan akan memasuki vihara Thay Hin Bio Bandar Lampung.

"Alhamdulillah rezeki tahun ini saya bawa 700 ekor burung emprit ludes dibeli sama warga Tionghoa," kata Asep (35) warga Candipuro, Lampung Selatan saat diwawancarai Tribun Lampung, di depan Vihara Thay Hin Bio Bandar Lampung, Minggu (22/1/2023).

Ia mengatakan, warga Tionghoa beragam membeli burung emprit tersebut dengan harga Rp 2.000 perekornya.

"Alhamdulillah saya membawa 700 ekor burung dan hari ini telah ludes diserbu, saya datang ke vihara dari pagi 06.00 WIB dan sudah habis pukul 12.00 WIB," kata Asep.

Baca juga: Bawa Gergaji dan Celurit, 4 Remaja Bandar Lampung Diamankan Polisi Hendak Tawuran

Baca juga: Spesialis Bobol Rumah Diringkus saat Akan Beraksi Keenam Kalinya di Bandar Lampung

Ia mengatakan, bersyukur saja dengan hasil hari ini dapat Rp 1,4 Juta, beda dari tahun sebelumnya hanya mampu menjual 300 ekor burung saja.

Berdasarkan pantauan selain banyak penjual burung emprit tersebut yang berjejer di depan Vihara Thay Hin Bio ada juga beberapa pengemis dengan menggendong anaknya.

Sebelumnya, masyarakat Tionghoa di Kota Bandar Lampung berbondong-bondong merayakan tahun baru Imlek 2023 pasca pandemi Covid-19.

Pantauan Tribun Lampung, Minggu (22/1/2023) dua vihara yang cukup besar untuk menampung jamaahnya untuk beribadah di Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan.

Vihara tersebut yakni Vihara Thay Hin Bio di Jalan Ikan Kakap dan Vihara Amurwa Bhumi Graha.

Romo Pandita Vihara Thay Hin Bio Joni Kardianto mengatakan, masyarakat Tionghoa sudah ramai datang ke vihara sejak pagi tadi pukul 06.30 WIB.

"Masyarakat Tionghoa datang ke vihara berbondong-bondong untuk beribadah dan merayakan Imlek Tahun 2023," kata Romo Pandita Vihara Thay Hin Bio Joni Kardianto saat diwawancarai Tribun Lampung, Minggu (22/1/2023).

Jamaah yang melakukan ibadah di vihara sudah ramai sejak pukul 06.30 WIB dan jamaah silih berganti.

"Jadi tadi pagi itu mereka datang pada saat pergantian tahun untuk berdoa memohon keselamatan, kesehatan dan hal lainnya," kata Joni Kardianto.

"Semalam ada penampilan dari barongsai dan kalau siang ini ia tidak tahu," kata Joni Kardianto.

Ia mengatakan, shio tahun ini kelinci air dengan harapannya bahwa seperti sifat kelinci yakni pasti akan ada jalan keluarnya ketika ada masalah.

"Kalau tahun ini shionya kelinci air, dimana batang langit air dan batang tanah atau pohon dengan energinya logam," kata Joni.

"Jadi secara garis besar falsafah semuanya baik, karena air ketemu air, lalu air dibutuhkan oleh kayu. Lalu kayu itu tempatnya untuk air, dengan menyerap cukup baik harapannya juga kondisi ini akan juga baik," kata Joni.

Ia mengatakan, masyarakat juga perlu diperhatikan dan harus bersabar, jangan buru-buru ambil tindakan. 

"Tahun 2023 ini tahun kelinci diharapkan semua pihak harus bisa bijaksana, tidak menganggap sesuatu tantangan," kata Joni.

"Nanti kalau semuanya buru-buru atau maka akan terjadinya bentrok, tapi harus bijaksana dan jangan selalu mengandalkan otot," kata Joni.

Joni mengatakan, semua pihak harus bijaksana dan damai serta saling membutuhkan hingga saling menyayangi.

Jika ada kesalahan harus memaafkan dan dengan harapannya akan tenteram hidup tersebut.

Joni mengatakan, sudah tiga tahun pandemi Covid-19 dan harapannya ke depan semua akan baik-baik saja.

Samaneei Axian Fheng murid dari YM Bhiksu Dharma Rakkhitta Stawira atau suhu Rikki mengatakan, jamaah tadi melakukan kegiatannya memanjatkan doa-doa suci.

Pengurus membagikan 5.000 angpao dipersiapkan, dan pembagian angpao ini sudah berlangsung lama.

"Jadi Imlek Tahun 2023 ini harapannya, harus menjaga keamanan, ketertiban pasca pandemi ini agar bisa menjadi endemi," kata suhu Rikki.

Ia mengatakan, tradisinya sebelum hari Imlek atau tutup Imlek ada doa-doa khusus untuk seluruh umat dunia.

Ia mengatakan, makna dari shio kelinci air yakni kelembutan dan air menghidupi kehidupan.

"Banyak sekali dari filosofi dari air yakni rendah hati, memberikan ketenangan, penghidupan dan harapannya tahun ini diberkahi hingga aman serta bencana alam segera berakhir," kata Suhu Rikki. ( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved