Pemkot Bandar Lampung

Dinas PPKB Bandar Lampung Upayakan Nol Kasus Stunting di Tahun 2023

Pemkot Bandar Lampung upayakan nol kasus stunting di tahun 2023 ini. Jadi target wali kota Bandar Lampung

Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
Ilustrasi - BKKBN Provinsi Lampung adakan rekonsiliasi stunting tingkat provinsi semester II tahun 2022. Pemkot Bandar Lampung targetkan nol kasus stunting di tahun 2023. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Pemkot Bandar Lampung terus berupaya untuk menurunkan angka prevalensi stunting di tahun 2023 ini.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, tingkat prevalensi stunting di Bandar Lampung, Provinsi Lampung sebesar 11,1 persen.

Upaya penurunan angka prevalensi stunting ini sejalan dengan target yang dicanangkan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana yang berharap pada tahun 2023 ini nol kasus stunting di Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

"Insya Allah ya, berdoa dan tentunya optimalisasi upaya bersama dengan pihak-pihak terkait," kata Plt Kadis PPKB Bandar Lampung Santi Sundari, Jumat (27/1/2023).

Menurutnya, dengan kerja keras semua pihak tentunya target untuk nol persen angka prevalensi stunting bukan hal mustahil dicapai.

Baca juga: Cegah Stunting, Pemkot Bandar Lampung Bagikan 20 Ribu Telur ke Masyarakat  

Baca juga: Pembangunan Superblok di Bandar Lampung Tidak Boleh Langgar RTRW Tahun 2021-2041

Terlebih angka prevalensi stunting di Bandar Lampung pada 2022 sudah turun cukup signifikan dibandingkan 2021 lalu.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, tingkat prevalensi stunting di Bandar Lampung sebesar 11,1 persen.

"Ada penurunan signifikan di tahun 2022. Sebelumnya pada tahun 2021 masih 19,4 persen. Sedangkan di tahun 2022 lalu angka prevalensi stunting 11,1 persen. Ada penurunan 8,3 persen," ungkap Santi Sundari.

Jika dilihat dari daftar 15 kabupaten/ kota di Lampung berdasarkan SSGI 2022, Bandar Lampung menempati urutan 5 terendah angka prevalensi stuntingnya.

Untuk urutan pertama terendah angka prevalensi stuntingnya adalah Lampung Tengah 8,7 persen, Lampung Selatan 9,9 persen.

Lalu ketiga Tulang Bawang 10,2 persen dan Kota Metro 10,4 persen.

Di urutan pertama tertinggi angka prevalensi stuntingnya adalah Pesawaran dengan 25,1 persen. Menyusul Lampung Utara dan Mesuji masing-masing 24,7 persen dan 22,5 persen.

Berikutnya Tanggamus 20,4 persen, Way Kanan 18,4 persen, Lampung Timur 18,1 persen, Pesisir Barat 16,7 persen, dan Lampung Barat 16,6 persen.

Tulang Bawang Barat 16,4 persen dan Pringsewu 16,2 persen.

Sementara untuk angka prevalensi stunting Provinsi Lampung berada di 15,2 persen.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved