Berita Lampung

Disbunak Pesawaran Imbau Masyarakat Kenali Gejala LSD dan Beri Tips Cara Penanganannya

Disbunak Pemkab Pesawaran meminta masyarakat mengenali gejala virus Lumpy Skin Disease (LSD) dan bagaimana cara menanganinya pada ternak.

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: muhammadazhim
Tribunlampung.co.id/Sulis Setia Markhamah
Peternak di Jalan Mawar, Rajabasa melihat kondisi sapinya usai mendapatkan sosialisasi penyakit LSD, Jumat (27/1/2023). Disbunak Pemkab Pesawaran, Lampung meminta masyarakat mengenali gejala virus Lumpy Skin Disease (LSD) dan bagaimana cara menanganinya pada ternak. 

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Pemkab Pesawaran, Lampung meminta masyarakat mengenali gejala virus Lumpy Skin Disease (LSD) dan bagaimana cara menanganinya pada ternak.

Medik Veteriner Disbunak Pemkab Pesawaran, Lampung Elia Rulita mengatakan, virus LSD saat ini sudah mencapai wilayah Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Sehingga Elia menjelaskan, masyarakat Pesawaran harus memahami bagaimana ciri-ciri virus LSD yang mengintai hewan ternak seperti sapi, kambing, dan kerbau tersebut.

Elia mengatakan, ada dua tanda klinis apabila hewan ternak mengalami atau terpapar virus LSD tersebut.

“Yang pertama adalah meningkatnya suhu tubuh ternak dengan sangat tinggi,” ucap Elia, Jumat (3/2/2023).

Baca juga: Disnakkeswan Imbau Peternak di Lampung Selatan Waspadai Virus LSD pada Hewan Ternak

Baca juga: Dinkes Mulai Waspada Penyebaran Virus Cacar Monyet di Pringsewu Lampung

Elia meneruskan, tingginya suhu tubuh pada ternak tersebut dapat mencapai 41 derajat celcius.

Kemudian, munculnya benjolan-benjolan yang berukuran 2 sampai 5 cm di sekujur tubuh hewan.

“Biasanya ditemukan pada daerah leher, kepala, kaki, dan ekor,” ucapnya.

Elia mengatakan, dari tanda klinis pada hewan tersebut, virus LSD ini merupakan penyakit hewan yang dapat menular.

“Dan penyakitnya disebabkan oleh virus cacar (Pox Virus/Poxviridea),” terangnya.

Elia melanjutkan, virus ini dapat menular melalui gigitan serangga dan kemudian dapat menyebar ke ternak lain melalui gigitan.

“Bahkan penyebarannya bisa sampai jarak yang jauh,” ucapnya.

“Tak hanya melalui gigitan, alat transportasi untuk ternak pun dapat mencemarkan virus LSD,” imbuhnya.

Elia menuturkan, apabila hewan ternak terpapar virus LSD tentu dapat menimbulkan kerugian yang cukup mengkhawatirkan.

Sebab hewan ternak yang terpapar LSD dapat membuat produksi susu menurun, harga jual berkurang, serta abortus pada ternak yang berujung kematian.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved