Berita Terkini Nasional

Dukun di Yogyakarta 2 Kali Coba Dibunuh, Diracun Tak Mati Ditabrak Selamat

Hebatnya seorang pria di Yogyakarta yang diduga sebagai dukun pengganda uang, kini tetap hidup setelah ia 2 kali coba dibunuh korbannya.

Tayang:
Dokumentasi Tribunlampung.co.id
Foto ilustrasi, uang. Hebatnya seorang pria di Yogyakarta yang diduga sebagai dukun pengganda uang, kini tetap hidup setelah ia 2 kali coba dibunuh pria lain yang kesal terhadapnya. 

Sebab, pemuda 18 itu pernah mencoba membunuh S sendirian dua kali dengan cara diberi racun tikus.

DP akhirnya mengajak teman-temannya, dengan iming-iming uang Rp 50 juta yang telah disetorkan kepada S akan dibagikan.

Rencana pun disusun.

Pada Sabtu (28/1/2023) malam, korban yang masih terikat kontrak penggandaan uang, mengajak dua pelaku yakni DP dan M alias Imung untuk berdoa atau wiridan bersama di Jembatan sungai Klegung jalan Tempel - Seyegan.

Saat itu, pelaku DP sudah merencanakan untuk membunuh S.

Saat perjalanan pulang selepas wiridan itu, rencana pertama dilaksanakan.

Tersangka UR tiba-tiba datang dan langsung memukul korban menggunakan kunci roda sehingga sepeda motor korban terperosok di area persawahan.

Setelah korban terjatuh, pelaku SB menabrak korban menggunakan mobil pickup.

Setelah kejadian itu, pelaku DP berpura-pura bergegas mengejar pelaku yang memukul dan menabrak korban.

Sementara pelaku M alias Imung berpura-pura menolong korban.

Mereka membuat skenario seolah-olah korban S menjadi korban kekerasan jalanan.

"Kedua tersangka, DP dan M ini membuat laporan palsu."

"Mereka membuat laporan bahwa seolah-olah korban ini menjadi korban klitih atau kekerasan oleh orang yang tidak dikenal," katanya.

Bersamaan itu, keluarga korban yang khawatir karena hingga dinihari korban tak kunjung pulang berupaya mencari keberadaan korban.

Tersangka DP dan M ikut berpura-pura membantu mencari.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved