Berita Lampung
Combro Buatan Agus Pakai Bahan Singkong Berkualitas
Penjual combro dan misro berbahan dasar singkong sulit ditemukan saat ini, terutama di wilayah Kota Bandar Lampung.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Penjual combro dan misro berbahan dasar singkong sulit ditemukan saat ini, terutama di wilayah Kota Bandar Lampung.
Namun bagi yang menggemari, jangan khawatir karena jajanan combro dan misro bisa ditemui di Jalan Cut Nyak Dien, Kelurahan Kaliawi, Kecamatan Tanjungkarang Pusat.
Pemilik usaha misro dan combro, Agus, mengaku membuka usahanya setiap hari, dari pukul 11.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.
Agus mengaku sudah sekitar enam tahun berjualan berbahan dasar singkong tersebut.
"Alhamdulillah dulu baru merintis cukup banyak tantangannya, satu tahun kami mengenalkan combro dan misro ini," kata Agus di lapak dagangannya, Sabtu (11/3).
Menurutnya, setiap hari dia memproduksi panganan itu dan membutuhkan sekitar 50 kg singkong. "Kami menyiapkan sekitar 50 kg singkong untuk membuat combro dan misro," kata Agus.
Untuk combro dibutuhkan 35 kg singkong, sementara untuk misro membutuhkan 15 kg singkong.
Agus mengatakan, saat proses pembuatan combro dan misro singkong harus dihaluskan sehalus mungkin.
"Kami harus menghaluskan singkong dengan cara diparut lalu dibumbui dan setelah itu baru digoreng," kata Agus.
"Pokoknya singkong itu saya parutnya sehalus mungkin dengan harapan menghasilkan combro dan misro yang lembut rasa rasanya," kata Agus.
Baca juga: Pemkab Lampung Utara Periksa Perizinan hingga Pengelolaan Limbah Perusahaan Singkong
Baca juga: Kisah Bocah Pemulung Singkong di Mesuji, Gefan Senang Akhirnya Bisa Kembali Sekolah
"Jika misro di dalamnya diisi gula aren, dan combro isinya oncom dicampur dengan bumbu rendang serta irisan cabai," kata Agus.
Agus mengatakan, setiap satuannya dia menjualnya Rp 1.000. "Tapi Alhamdulilah sudah berjalan enam tahun ini, makanan tradisional yang saya jual sudah mulai dikenal," kata Agus.
Ia mengatakan, singkong dibelinya langsung dari petani agar kualitasnya baik."Jadi kami menjalin hubungan dengan baik kepada petani," kata Agus.
"Saya mengambil singkong dari petani di Kecamatan Natar, Lampung Selatan," kata Agus.
Dengan konstruksi singkong yang bagus dan lembut, hasilnya juga akan bagus. " singkong yang saya jual ini singkong roti yang putih warnanya, dan halus kalau diparutnya," kata Agus.
Agus mengatakan, masyarakat yang ingin mencicipi combro dan misro hasil olahannya bisa datang ke Jalan Cut Nyak Dien, atau di depan Bakso Marem seberang SPBU Kaliawi, Kota Bandar Lampung.( Tribun Lampung / Bayu Saputra )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pedagang-combro-dan-misro-agus-menunjukkan-dagangannya.jpg)