Berita Lampung

DKP3 Sebut LP2B di Metro Lampung Masuk Zona Merah

Kepala DKP3 Metro Heri Wiratno mengatakan, LP2B merupakan zona merah pembangunan yang artinya tidak boleh beralih fungsi.

Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary
Petani di area sawah Kecamatan Metro Pusat. DKP3 Metro sebut lahan pertanian berkelanjutan tidak boleh beralih fungsi menjadi bangunan. 

Tribunlampung.co.id, Metro - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro menyebut lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) tidak boleh beralih fungsi menjadi lahan bangunan.

Kepala DKP3 Metro Heri Wiratno mengatakan, LP2B merupakan zona merah pembangunan yang artinya tidak boleh beralih fungsi.

"Kalau sudah zona merah tetap kami tidak bisa merekomendasikan. Apa pun alasannya tidak bisa," kata dia, Kamis (8/6/2023).

Ia menjelaskan, apabila masih ada yang nekat mengalihfungsikan LP2B tersebut, maka tidak akan dikeluarkan izin pembangunannya.

"Karena ini masih perda (peraturan daerah), jadi mungkin bukan pidana. Tapi ada hal-hal yang mungkin perizinannya tidak keluar, apalagi ini melibatkan banyak sektor," jelasnya.

Pihaknya hingga kini mencatat 3-5 hektare luas lahan pertanian yang ada di Bumi Sai Wawai beralih fungsi.

Ia menjelaskan, luas lahan sawah yang ada di Kota Metro, Lampung, seluas 2.948 hektare.

Sedangkan untuk LP2B seluas 1.567 hektare.

"Ya rata-rata yang mengajukan untuk perubahan fungsi dari pertanian itu antara 3 sampai 5 hektare per tahun. Itu untuk properti dan lain sebagainya," bebernya.

Alih fungsi lahan itu tidak dapat dihindari karena keinginan dari warga atau petani itu sendiri.

"Kondisi ini memang tidak bisa kita hindari sepanjang tidak di LP2B. saya kira kita berkoordinasi dengan baik," tuturnya.

Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro akan menyiapkan tanaman jagung sebagai alternatif mengantisipasi fenomena cuaca El Nino.

Diketahui, El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu muka laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah.

DKP3 Metro Lampung melakukan antisipasi dengan cara menyiapkan tanaman jagung sebagai alternatif dari dampak El Nino terhadap produksi pangan di Kota setempat.

Kepala DKP3 Kota Metro Heri Wiratno mengungkapkan antisipasi El Nino sudah dirancang dan pada musim tanam ini akan dipercepat.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved