Berita Lampung

Kemenkominfo Bakal Survei Pekon Terdampak Blank Spot di Lampung Barat

Kemenkominfo RI berencana akan segera survei sejumlah pekon terdampak blank spot yang ada di Lampung Barat.

Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id
Tower BTS Pekon Pancur Mas. Kemenkominfo RI berencana akan segera survei sejumlah pekon terdampak blank spot yang ada di Lampung Barat. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Barat - Kemenkominfo RI berencana akan segera survei sejumlah pekon terdampak blank spot yang ada di Lampung Barat.

Hal itu diketahui setelah Kemenkominfo RI selesai menggelar rapat virtual bersama pihak Diskominfo Pemkab Lampung Barat dalam pembahasan usulan pembangunan base transceiver station (BTS) untuk pekon blank spot, Jumat (21/7/2023).

Kabid Aplikasi Diskominfo Pemkab Lampung Barat, Iskandar mengatakan, pihak Kemenkominfo RI berencana untuk survei ke sejumlah pekon terdampak blank spot pada bulan Agustus mendatang.

“Karena kemarin hingga hari ini kita beserta beberapa pihak provider telah selesai rapat untuk sinkronisasi data sekaligus pemaparan kepada kementerian,” ujarnya mewakili Kepala Diskominfo.

Setelah itu pihak kementerian akan segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan survei di bulan Agustus mendatang.

Iskandar mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui pekon mana dulu yang akan disurvei oleh pihak pemerintah pusat.

Namun pihaknya mengaku dalam hal ini Pekon Kubu Perahu yang ada di Kecamatan Balik Bukit menjadi prioritas utama untuk dibangun BTS.

“Kita tidak tahu dari mereka surveinya seperti apa, apa ke salah satu pekon dulu atau sekaligus kita tidak tahu,” ungkap dia.

“Dari mereka yang menentukan, yang penting kita sudah mengusulkan ada sebanyak delapan pekon yang terdampak blank spot di sini,” terusnya.

Nantinya setelah melakukan survei lapangan, pihak Kemenkominfo akan menentukan pekon mana yang akan terlebih dahulu diprioritaskan untuk dibangun BTS.

Pekon-pekon tersebut antara lain Pekon Kubu Perahu Kecamatan Balik Bukit, Pekon Tebaliokh Kecamatan Batu Brak.

Pekon Batu Api, Pahayu Jaya, Sidodadi, Pagar Dewa Kecamatan Pagar Dewa, dan terakhir Peratin Pekon Sukajadi dan Suka Damai Kecamatan Air Hitam.

“Di antara pekon-pekon tersebut diketahui ada yang masuk ke dalam program pembangunan BTS 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan non 3T,” jelas Iskandar.

“Untuk Pekon Batu Api Kecamatan Pagar Dewa masuk ke dalam 3T atau P3. Sedangkan Pekon Sukajadi dan Sukadamai masuk ke dalam kategori P1,” terusnya

Bisa diartikan Pekon Sukajadi dan Sukadamai tersebut nantinya hanya dilakukan penguatan sinyal seluler dari exiting BTS terdekat.

“Namun untuk pekon lainnya yang berjumlah 5 pekon, mereka masuk ke dalam kategori P2 atau non 3T,” kata dia.

“Jadi jika nanti terealisasi, nantinya akan dilakukan pembangunan infrastruktur baru atau BTS di pekon tersebut,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya, Kemenkominfo RI menggelar rapat bersama Diskominfo Pemkab Lampung Barat dalam rangka pembahasan lanjutan terkait usulan pembangunan BTS di sejumlah pekon blank spot di Lampung Barat.

Kabid Aplikasi Diskominfo Pemkab Lampung Barat, Iskandar mengatakan, ada beberapa poin penting yang dibahas dalam rapat bersama Kemenkominfo RI secara virtual ini.

“Dalam rapat bersama Kemenkominfo RI pagi tadi intinya membahas sinkronisasi data yang sudah disampaikan pemda sebelumnya,” ujar dia saat dikonfirmasi, Kamis (20/7/2023).

“Sinkronisasi itu berupa titik koordinat pekon yang diusulkan, nama pekon, lokasi dari kabupaten terkait,” sambungnya.

Kemudian, lanjut Iskandar, dilakukan juga sinkronisasi keberadaan BTS yang eksis di wilayah setempat.

Setelah itu data teknis BTS terdekat dan terakhir keberadaan infra telekomunikasi pendukung lainnya seperti backbone FO dan microwave link jika ada.

Selain pihaknya dan pemerintah pusat yang dalam hal ini adalah Kemenkominfo, terdapat empat provider atau operator yang ikut dalam pembahasan itu.

“Karena memang diperlukan juga partisipasi dari beberapa provider seperti Telkomsel, Indosat, XL dan Smart Telecom,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, rapat yang digelar dalam pembahasan program pembangunan BTS ini akan digelar selama dua hari terhitung mulai hari ini, Kamis (20/7/2023) hingga Jumat (21/7/2023).

Setelah itu pihak pemerintah pusat akan menyampaikan hasil pembahasan dan akan masuk ke tahap selanjutnya.

(Tribunlampung.co.id/Bobby Zoel Saputra)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved