Berita Lampung

Disdikbud Metro Lampung Wajibkan Seluruh Sekolah Terapkan Kurikulum Merdeka

Disdikbud Metro, Lampung, mewajibkan kepada seluruh satuan pendidikan di kota setempat untuk menerapkan kurikulum Merdeka Tahun Ajaran 2023-2024.

Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary
Ilustrasi sekolah. Disdikbud Metro, Lampung, mewajibkan kepada seluruh satuan pendidikan di kota setempat untuk menerapkan kurikulum Merdeka. 

Tribunlampung.co.id, Metro - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Metro, Lampung, mewajibkan kepada seluruh satuan pendidikan di kota setempat untuk menerapkan kurikulum Merdeka Tahun Ajaran 2023-2024.

Kepala Disdikbud Metro, Lampung, Suwandi mengatakan teruntuk satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Metro wajib menerapkan kurikulum Merdeka.

Ia menyebut seluruh sekolah di Metro, Lampung diarahkan untuk merubah kurikulum 13 menjadi kurikulum Merdeka.

"Tahun ini wajib menggunakan kurikulum Merdeka, yang lama kan kurikulum 13 sekarang semuanya wajib menggunakan kurikulum Merdeka," kata Suwandi, Rabu (26/7/2023).

"Tahun ini semua diwajibkan dari PAUD, SD dan SMP, tidak ada pengecualian semua menerapkan kurikulum Merdeka," lanjutnya.

Menurutnya, kurikulum Merdeka lebih mudah diterapkan dibandingkan kurikulum 13.

Hal ini lantaranpenerapan kurikulum Merdeka lebih memfasilitasi kebutuhan pendidikan para siswa.

"Kalau kita membandingkan perbedaannya kurikulum Merdeka itu lebih simpel yang mana materinya lebih pada hal-hal yang esensial, dan orientasinya pada kebutuhan murid," jelasnya.

"Materinya tidak begitu banyak tapi lebih kepada pemahaman terhadap anak itu lebih mendalam, hanya itu saja sih perbedaannya," tambahnya.

Ia mengungkapkan, penerapan kurikulum Merdeka merupakan wujud upaya mitigasi  usai pandemi Covid-19.

Sehingga, kurikulum Merdeka itu dapat mengembalikan minat belajar siswa.

"Nah kurikulum Merdeka ini merupakan satu kurikulum dalam upaya untuk mitigasi yang mana Covid-19 dua tahun lebih itu kehilangan belajar kita kan luar biasa itu," bebernya.

"Literasinya 50 persen numerlasinya 60 persen. Dan kehilangan belajar ini akan dikembalikan lagi melalui kurikulum Merdeka," imbuhnya.

Suwandi menuturkan terdapat keistimewaan dari kurikulum Merdeka itu.

Yaitu menggunakan metode pembelajaran tidak harus di kelas.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved