Berita Lampung

BMKG Lampung Sebut Fenomena El Nino Menguat pada Agustus 2023

BMKG memprediksi peningkatan kondisi puncak El Nino di Provinsi Lampung terjadi pada Agustus.

Tayang:
Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Tri Yulianto
Tribun Lampung/Tri Yulianto
BMKG prediksi El Nino di Provinsi Lampung akan mulai masuk ke level moderat pada awal Agustus dan terus meningkat menyebabkan kekeringan. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - BMKG memprediksi peningkatan kondisi puncak El Nino di Provinsi Lampung terjadi pada musim kemarau saat ini.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Meteorologi Lampung Rudi Harianto saat ini kondisi El Nino masih dalam level lemah.

El Nino di Provinsi Lampung akan mulai masuk ke level moderat mulai awal Agustus.

"Kondisi El Nino pada Agustus naik dari kondisi El Nino pada bulan Juli yang masih dalam kategori lemah," kata Rudi Harianto, Minggu (30/7/2023).

Rudi Harianto menjelaskan, kondisi El Nino dengan kategori moderat berpengaruh pada kondisi cuaca.

Nantinya curah hujan jauh bakal jauh berkurang, termasuk di Lampung.

Akibatnya, potensi kemarau ekstrem bisa saja terjadi sebagai dampaknya.

"Kondisi itu berpotensi menimbulkan kekeringan," kata Rudi Harianto.

Adapun, peluang El Nino level moderat tersebut, masih kata Rudi Harianto, akan berlanjut hingga Oktober 2023 nanti.

Selanjutnya, pada November dan Desember, kondisi El Nino di Provinsi Lampung bakal kembali di level lemah.

Dalam mengantisipasi hal tersebut, masyarakat dapat melakukan aktivitas hemat air.

Selain itu, melakukan penampungan air hujan bisa dinilai perlu untuk wilayah yang sulit akan air saat kemarau.

Sementara untuk sejumlah stakeholder, BMKG mengimbau agar adanya panduan untuk perencanaan dan kegiatan pembangunan pada sektor yang terkait atau terdampak oleh fenomena El Nino tersebut.

Pemkab Tulang Bawang Persipan

Pemkab Tulangbawang Lampung serius persiapkan diri mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan dalam musim kemarau ini.

Dalam kemarau tahun ini terjadi fenomena El Nino yang membawa dampak serius bagi masyarakat luas salah satunya berkurangnya curah hujan termasuk di Tulangbawang, Lampung.

Hal itu disampaikan Pj Bupati Tulangbawang Lampung Qudrotul Ikhwan saat ikuti kegiatan rapat koordinasi dalam rangka supervisi pengendalian kebakaran hutan dan lahan tahun 2023 di Mahan Agung, Bandar Lampung, Jumat (28/7/2023).

Dirinya juga mengungkapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI pada tahun 2023 telah memverifikasi.

Situasi El Nino yang kini masih terjadi berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan atau lahan.

Dari laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah tercatat kebakaran hutan sebanyak 4.800 hektare sepanjang tahun 2023 di wilayah Provinsi Lampung.

"Adanya kebakaran itu tentunya menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Provinsi Lampung, dan juga Pemerintah Kabupaten Kota se-Provinsi Lampung," terangnya.

Maka dari itu Pemerintah Kabupaten Tulangbawang sangat serius mempersiapkan diri, agar dapat mengantisipasi secara optimal terkait permasalahan kebakaran hutan dan lahan di kabupaten setempat.

“Menurut data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulangbawang, sepanjang tahun 2023 telah terjadi 16 peristiwa kebakaran, dari jumlah itu satu di antaranya merupakan kebakaran lahan” ungkapnya.

Dirinya berharap adanya kegiatan Rakor di Provinsi Lampung tahun 2023 ini ke depannya mampu mengantisipasi dan mengendalikan kebakaran hutan yang diakibatkan oleh dampak El Nino.

"Melalui momen ini diharapkan kedepannya kita mampu mengantisipasi dan mengendalikan kebakaran hutan yang diakibatkan oleh dampak El Nino salah satunya di Tulangbawang," paparnya.

Untuk mencapai hal itu peran serta sinergi seluruh pihak perlu dijaga dan tingkatkan dalam melaksanakan upaya preventif.

Hal itu dilakukan agar bencana kebakaran hutan dan lahan dapat diantisipasi dengan baik dan cepat.

"BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulangbawang juga harus terus aktif dan memberikan pemahaman kepada masyarakat," tuturnya.

Salah satunya kepada para petani yang masih menggunakan pola konvensional, yakni membuka lahan pertanian dengan membakar lahan.

"Pola konvensional tersebut diharapkan tidak lagi dipakai karna dapat memicu kebakaran lahan secara luas," harapnya.

Pemprov Lampung Bentuk Tim Gugus Tugas El Nino

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) langkah strategis adaptasi dan antisipasi perubahan iklim ekstrem (El Nino).

Rakor antisipasi perubahan iklim ekstrem dipimpin Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo secara virtual bertempat di Ruang Command Center lantai II Kantor Diskominfotik Provinsi Lampung, Senin (22/05/2023).

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dalam arahannya menyampaikan bahwa saat ini pembangunan pertanian dihadapkan pada tantangan yang semakin berat.

Yaitu adanya perubahan iklim dan iklim ekstrim kekeringan (El-Nino).

Berdasarkan prediksi global International Research Institute (IRI) for Climate and Society dan juga BMKG bahwa saat ini telah terjadi penguatan intensitas El Nino dengan perkiraan puncak El Nino terjadi pada Agustus 2023.

Kondisi ini berdampak pada menurunnya produksi dan ketersediaan pangan sebesar 20-30 persen.

Dalam mengantisipasi hal tersebut, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menyampaikan beberapa upaya yang dapat dilakukan.

Di antaranya yaitu dengan melakukan peningkatan ketersediaan air dengan membangun/memperbaiki embung dan parit, sumur dalam, sumur resapan, saluran irigasi, introduksi varietas tahan kering.

Lalu, perlu dilakukan percepatan tanam untuk mengejar sisa hujan serta pengembangan komoditas 1000 hektar dan pengembangan pupuk organik secara masif dan mandiri.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dalam arahannya juga meminta daerah untuk melakukan identifikasi dan mapping untuk menentukan dan mengelompokkan daerah mana yang berada pada zona merah, kuning dan hijau.

Daerah agar membentuk Tim Gugus Tugas El Nino yang terintegrasi antara pusat, provinsi dan kabupaten/kota agar pelaksanaan program adaptasi dan antisipasi berjalan terstruktur.

Dalam hal ini, Tim Gugus Tugas El Nino juga diminta untuk terus melakukan monitoring serta evaluasi untuk menjamin produksi pangan dapat ditingkatkan.

Terakhir, pemerintah daerah juga diminta untuk memberikan fasilitasi penyediaan offtaker untuk menyerap produksi pangan dari petani.

Menanggapi arahan Menteri Pertanian RI, Gubernur Arinal Djunaidi dalam kesempatan tersebut melaporkan bahwa berdasarkan hasil analisis data kekeringan tanaman padi di Provinsi Lampung tahun 2023 relatif cukup aman.

Dalam mengantisipasi perubahan iklim ekstrim El Nino, Gubernur Lampung melaporkan bahwa pemerintah daerah akan menyediakan fasilitas penunjang di kabupaten-kabupaten yang masih belum memiliki fasilitas yang memadai.

"Kami akan mempersiapkan sumur bor di kabupaten dengan status cukup rawan karena kabupaten yang masuk dalam status tersebut adalah kabupaten yang masih belum memiliki irigasi teknis. Kami juga siap menindaklanjuti apabila terdapat peluang dan cara baru dalam menghadapi kondisi tersebut," ucap Gubernur.

Gubernur Arinal juga meminta kepada pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian PU dikarenakan stok air pada embung-embung yang telah dibangun sudah mulai menipis.

Gubernur Arinal juga menyampaikan kesiapannya terkait arahan Menteri Pertanian RI pada pengembangan komoditas di lahan 1000 hektar.

"Pengembangan 1000 hektar akan kami siapkan seperti yang disampaikan oleh Bapak Menteri. Mudah-mudahan dapat dilakukan pada dua kabupaten tapi satu hamparan, di kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Pesawaran khususnya di Gading Rejo dan Gedung Tataan. Itu memang sentral sawah. Semoga ini dapat berjalan dengan baik," lanjutnya.

Terakhir, Gubernur Arinal Djunaidi melaporkan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung juga siap untuk membentuk Tim Gugus Tugas El Nino.

"Kami siap membentuk Tim Gugus Tugas dalam menghadapi El Nino terutama di wilayah-wilayah yang rawan ataupun cukup rawan di kabupaten/kota yang ada di Provinsi Lampung," pungkasnya. 

(Tribunlampung.co.id / V Soma Ferrer)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved