Lampung Bangkit

Dukung Sekolah Kopi di Lambar, Hantoni Hasan: Bukan Cuma Kualitas, Harga Juga Mesti Diperhatikan

Namun demikian, Hantoni menilai, campur tangan pemerintah daerah dalam meningkatkan komoditas kopi tidak hanya berhenti pada upaya mengedukasi petani.

ist
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hantoni Hasan. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung- Pemkab Lampung Barat menginisiasi berdirinya suatu wadah pendidikan dan pelatihan khusus terkait budidaya dan mutu kopi yaitu sekolah kopi.

Inisiasi ini bertujuan untuk mengedukasi petani dan meningkatkan kualitas kopi di Lampung Barat.

Terkait ini, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hantoni Hasan mengapresiasi terobosan yang dilakukan Pemkab Lampung Barat yang mendirikan sekolah kopi.

Secara garis besar, bakal calon anggota DPR RI daerah pemilihan Lampung I ini sangat mendukung upaya Pemkab Lampung Barat meningkatkan peran serta petani guna melesatnya budidaya kopi diwilayah setempat.

Namun demikian, Hantoni menilai, campur tangan pemerintah daerah dalam meningkatkan komoditas kopi tidak hanya berhenti pada upaya mengedukasi petani tentang tata cara menanam kopi dengan baik dan benar.

Hal yang juga mesti diperhatikan pemerintah daerah, kata Hantoni, adalah persoalan dari hulu ke hilir.

Mulai dari tata cara proses penanaman, pengolahan, sampai ke penjualan.

"Bicara kualitas kopi bukan hanya dari faktor pengolahan. Yang mesti diperhatikan itu mulai dari penanaman, pemeliharaan, pemupukan. Dan terakhir penjualan, soal harga," tutur Hantoni Hasan kepada Tribunlampung.co.id, Kamis (31/8/2023).

Pengusung tagline Lampung Bangkit ini mengingatkan, kalau petani mau sejahtera maka yang pertama harus diperhatikan dari aspek budidaya.

Mulai dari proses penanaman, pemupukan, perawatan.

"Aspek ini berpengaruh pada mutu kopi," tutur Hantoni Hasan.

Yang kedua adalah aspek pengolahan. Mulai dari pemetikan, penjemuran, dan sebagainya.

Dan aspek ketiga, kata dia, menyangkut persoalan harga jual.

Artinya, sambung dia, begitu panen petani dapat harga bagus.

"Kalau kita bicara masalah tiga hal itu. Mulai dari budidaya, pengolahan, hingga penjualan. Nah menurut saya tiga aspek ini harus mendukung dan saling keterkaitan supaya petani kita sejahtera," kata Hantoni.

Karenanya, dia menilai, jika petani kopi mau sejahtera, maka yang mesti diperhatikan menyangkut tiga aspek tersebut.

Karena itu, menurut dia, petani kopi harus dibantu melalui tiga aspek tadi.

"Kalau menyangkut sekolah kopi itu menurut saya sudah bagus, bagaimana mereka budidayanya bagus. Tapi kan ada persoalan lain yang juga diperhatikan," katanya.

Tidak hanya menyangkut budidaya dan perawatan, Hantoni menegaskan, harus ada jaminan dari pemerintah daerah untuk mempertahankan harga jual kopi ketika memasuki musim panen.

Sebab, hal klasik yang kerap dialami petani dalam komoditas pertanian apapun, ketika memasuki musim panen harga jual anjlok.

Kondisi ini tentu tidak menguntungkan petani yang malah justru membuat kehidupan petani menjadi stagnan.

"Jadi menurut saya pemerintah daerah juga harus memberi jaminan harga jual yang memuaskan petani," tuturnya.

Pemkab Lampung Barat menginisiasi berdirinya suatu wadah pendidikan dan pelatihan khusus terkait budidaya dan mutu kopi yaitu sekolah kopi.

Sekolah Kopi Lampung Barat dibangun pada lokasi mudah di akses terletak di Pekon Sukajaya.

Total luas lahan sekolah kopi 4,9 hektar dengan jarak lokasi kegiatan dari pusat pemerintahan Kecamatan Kota Sumber Jaya sekitar 10 kilometer dan jarak dari ibukota Kabupaten Lampung Barat 50 kilometer dan jarak dari ibu kota Provinsi Lampung 101 kilometer.

Luas sekolah kopi beserta kebun Fokus pada kegiatan untuk pencapaian tujuan peningkatan kapasitas SDM perkebunan.

Serta memperkuat dan selaras dengan pengembangan pariwisata dengan didukung oleh berbagai stakeholder baik oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat maupun lembaga swasta lainnya.

Mata pencaharian utama masyarakat Lampung Barat bertumpu pada sektor pertanian utamanya hortikultura dan perkebunan yang didominasi tanaman kopi.

Lampung Barat memiliki potensi yang sangat besar diharapkan mampu menjadi salah satu kabupaten pemasok bahan baku biji kopi serta penghasil produk olahan kopi berkualitas tinggi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jumlah produksi Kopi robusta Lampung Barat tahun 2022 sebanyak 56.054 ton, luas perkebunan kopi sebesar 54.104 ha dan produktivitas adalah 1,12 ton/Ha.

Salah satu alat ukur indikator kesejahteraan masyarakat dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Sebagai daerah dengan potensi pertanian, distribusi PDRB Kabupaten Lampung Barat terbesar adalah pada sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yaitu 47,23 persen pada tahun 2021 dengan komoditi unggulan utama yaitu Kopi.

Sesuai dengan permasalahan pembangunan daerah yaitu masih rendahnya pendapatan perkapita antara lain disebabkan karena sebagian besar petani kopi belum memiliki pengetahuan dan keterampilan terkait mutu kopi.

Sehingga berdampak pada rendahnya posisi tawar para petani saat mereka menjual biji kopi.

Cara budidaya kopi masih dilakukan secara tradisional sehingga produktivitas belum maksimal, serta belum adanya wadah atau tempat pelatihan bagi petani mengenai kualitas fisik biji kopi dan mutu citarasa serta pemasaran dan pengemasan dalam rangka hilirisasi komoditi kopi. (*)

(Tribunlampung.co.id/endra zulkarnain)

 

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved