Berita Lampung

Warga Seputih Jaya Usul Bangun Posko Cegah Begal dan Balap Liar

Masyarakat Kelurahan Seputih Jaya Lampung Tengah keluhkan banyak begal dan balap liar di jalan lingkar barat.

Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
Sahidi, warga Kelurahan Seputih Jaya minta polisi bangun pos jaga supaya begal dan balap liar di jalan lingkar barat tiada. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Masyarakat Kelurahan Seputih Jaya Lampung Tengah keluhkan banyak begal dan balap liar di jalan lingkar barat.

Masalah tersebut berawal dari aksi puluhan motor dengan knalpot bising menggelar balap liar di jalan lingkar barat, Kelurahan Seputih Jaya, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah.

Dengan kondisi jalan yang sepi dan minim penerangan, aksi balap liar dan kriminalitas seperti begal atau pencurian dengan kekerasan tumbuh meningkat.

Sahidi selaku warga Kelurahan Seputih Jaya mengatakan, jalur lingkar barat Seputih Jaya sering dijadikan arena balapan liar.

Dirinya sempat mendapat kabar dan mendengar banyak suara knalpot bising bersuara keras lalu lalang di jalan tersebut pada sore hingga malam hari.

"Serba salah jika jalan yang kondisinya bagus digunakan untuk balapan, sedangkan jalan jelek dijadikan bahan keluhan," katanya saat sesi diskusi Jumat Curhat dengan polisi, Jumat (8/9/2023).

Menurutnya, dari aksi balap liar tersebut sering muncul aksi lainnya seperti pembegalan dan pencurian dengan kekerasan di jalan tersebut.

Sebab, dengan kondisi jalan yang bagus dan penerangan minim, banyak pengendara motor dibegal disana.

Sehingga, Sahidi terfikir untuk membangun posko polisi di persimpangan jalan Seputih Jaya.

Dengan maksud ingin mengantisipasi adanya aksi balap liar, dengan menempatkan polisi yang berjaga di posko tersebut.

Menjawab pertanyaan warga, Wakapolres Lampung Tengah Kompol Poeloeng Arsa Sidanu mengatakan, masyarakat punya andil dalam menjaga keamanan kampungnya.

Terutama untuk aktivitas jaga malam dan mengamankan rumahnya masing-masing.

Sebab, tidak sepenuhnya keamanan bisa tercover oleh pihak kepolisian.

Selain itu, tidak mudah juga untuk membangun pos polisi dengan cepat.

"Untuk membangun pos, perlu difikirkan soal tanah yang akan dijadikan pos, anggaran pembangunan, dan personel polsek daerah setempat," katanya 

Sehingga, atas rasa kepedulian, masyarakat perlu ada upaya dan kontribusi sebagai upaya pencegahan.

Namun, tidak sepenuhnya polisi lepas tanggungjawab.

"Dalam lingkup masyarakat, ada Bhabinkamtibmas yang berkoordinasi langsung dengan masyarakat, sama-sama menjaga keamanan," katanya.

Dirinya melanjutkan, jika ada temuan tindak pidana di lingkungan setempat, segera berkoordinasi dan laporkan ke polisi.

Dengan demikian akan ditindaklanjut dan diproses secara hukum.

"Kita sama-sama menjaga keamanan sesuai prosedural dan sistematis agar ada kolaborasi antara masyarakat dan polri," tandasnya. (Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq) 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved