Berita Lampung

Kerusakan Terumbu Karang di Pulang Pahawang Makin Mengkhawatirkan

Kerusakan terumbu karang di Pulau Pahawang Pesawaran Lampung mulai mengkhawatirkan.

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Indra Simanjuntak
Dokumentasi
Penanaman terumbu karang yang diselenggarakan oleh Desa Wisata Pulau Pahawang, pada tanggal 27 hingga 28 September 2023. 

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Kerusakan terumbu karang di Pulau Pahawang Pesawaran Lampung mulai mengkhawatirkan.

Adapun kerusakan terjadi karena aktivitas manusia di sekitar terumbu karang pada taman bawah laut Pulau Pahawang Pesawaran Lampung.

Baca juga: 49.556 KPM di Pesawaran Bakal Terima Bantuan Beras

Baca juga: Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya Gelar Pertemuan Ketua Korcam di Pesawaran

Kepala Desa Pulau Pahawang, Ahmad Salim mengatakan, kerusakan terjadi pada batang terumbu karang yang mengalami patah dan terkikis.

Kemudian terjadi pasang surut air laut yang ekstrem pada dua bulan lalu.

Sehingga kerusakan pada terumbu karang tersebut semakin menambah parah.

Salim mengaku, untuk menambal kerusakan pada terumbu karang di beberapa titik Pulau Pahawang, memerlukan ribuan fragmen bibit untuk menambalnya.

“Ada beberapa jenis terumbu karang yang perlu di transplantasi, orang lokal disini bilang itu terumbu karang jahe atau fringin reef,” kata dia kepada Tribun Lampung, Jumat (15/9/2023).

Sebab terumbu karang jenis ini dapat mudah ditanam karena arealnya masih daerah di sekitar pesisir pantai.

Kemudian ada dua wilayah laut Pulau Pahawang yang menurut Salim telah mengalami kerusakan.

“Ada di dusun dua Penggetahan dan dusun lima Larangan,” katanya.

Secara rinci pihaknya akan melakukan pemetaan secara pasti mengenai jumlah luas dari kerusakan terumbu karang tersebut.

Atas kerusakan yang terjadi itu, sebagai kepala desa dirinya juga merasa bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan terutama pada terumbu karang.

Hal ini menurutnya penting karena memang taman bahwa laut lah yang paling menonjol pada pariwisata di daerahnya.

“Karena pasti akan berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat saya, seperti contohnya yang dialami oleh Pulau Seribu yang ditinggalkan oleh wisatawan,” ucapanya.

Untuk menjaga kelestarian ekosistem bawah laut Desa Pulau Pahawang bersama dengan komunitas Anemon dan akademisi dari Itera akan melakukan penanaman terumbu karang.

Penanaman terumbu karang tersebut yang diselenggarakan oleh Desa Wisata Pulau Pahawang, pada tanggal 27-28 September 2023.

Pihaknya mengajak bagi masyarakat Pesawaran yang peduli akan lingkungan bisa bergabung untuk melakukan penanaman terumbu karang bersama-sama. (Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya)

 


Penanaman terumbu karang yang dilakukan di Pulau Pahawang pada beberapa waktu lalu.

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved