Kesehatan

Berbagai Faktor Penyebab Kulit Wajah Sensitif

Kulit wajah sensitif merupakan kondisi kulit yang lebih rentan terhadap iritasi dan reaksi negatif terhadap faktor-faktor tertentu.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi pribadi
dr Ratu Suzanna Oswarie. Berbagai faktor penyebab kulit wajah sensitif. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kulit wajah sensitif adalah kondisi kulit yang lebih rentan terhadap iritasi dan reaksi negatif terhadap faktor-faktor tertentu, seperti produk perawatan kulit, sinar matahari, atau lingkungan. 

dr Ratu Suzanna Oswarie dari Lamierre Aesthetic mengatakan, penyebab kulit wajah sensitif bisa berbeda antar individu, yang diantaranya diturunkan secara genetik, artinya jika ada riwayat keluarga dengan masalah kulit sensitif, maka lebih berisiko mengalami kulit sensitif.

Baca juga: Penyebab dan Cara Pengobatan ISPA

Baca juga: Penyebab dan Cara Penanganan Jantung Koroner

Kulit wajah sensitif juga seringkali terkait dengan alergi terhadap bahan-bahan tertentu, seperti deterjen, kosmetik, atau bahan kimia tertentu dalam produk perawatan kulit.

Selain itu kulit wajah sensitif juga bisa disebabkan faktor lingkungan seperti paparan sinar matahari berlebihan, angin kencang, cuaca dingin, atau polusi udara.

Tak hanya itu, kulit wajah sensitif juga bisa disebabkan penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung bahan-bahan yang terlalu keras atau tidak cocok dengan jenis kulit.

Kulit wajah sensitif pun dapat disebabkan beberapa kondisi kulit seperti dermatitis atopik, rosacea, atau eksim.

"Pola makan yang tidak sehat atau alergi makanan tertentu dan stres juga dapat membuat kulit wajah sensitif," kata dokter yang akrab disapa dr Susan itu, Sabtu (16/9/2023).

Gejala kulit wajah sensitif diantaranya kemerahan atau mengalami bercak merah terutama setelah terpapar stimulus tertentu, gatal menimbulkan rasa terbakar atau perih terutama setelah menggunakan produk perawatan kulit atau setelah terpapar sinar matahari, dan menjadi kering mengelupas atau pecah-pecah.

Beberapa orang dengan kulit wajah sensitif dapat mengalami gejala berupa jerawat, bintik- bintik merah, atau ruam setelah menggunakan produk tertentu.

Kulit wajah sensitif bisa membengkak atau terasa bengkak pada area tertentu, dan kulit wajah sensitif dapat lebih rentan terhadap efek negatif lingkungan seperti angin kencang, sinar matahari berlebihan, atau cuaca ekstrem.

Orang dengan kulit wajah sensitif juga sering merasa tidak nyaman atau tegang pada kulit mereka.

Jika mengalami gejala kulit wajah sensitif yang berkepanjangan atau parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit atau profesional perawatan kulit untuk mendapat diagnosis dan perawatan yang sesuai.

Pemilik kulit wajah sensitif sebaiknya menghindari produk perawatan kulit yang mengandung bahan-bahan tertentu yang dapat memicu iritasi atau alergi, seperti produk skincare yang mengandung parfum atau pewangi tambahan, jadi sebaiknya pilih produk yang bebas pewangi atau yang diidentifikasi sebagai fragrance-free.

Hindari produk dengan kandungan alkohol seperti alkohol denat atau isopropyl alcohol karena dapat mengeringkan kulit dan memicu iritasi. 

Beberapa bahan seperti asam glikolat, retinoid (retinol), atau asam salisilat terlalu keras bagi kulit sensitif, jadi sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit sebelum menggunakan produk dengan bahan-bahan ini.

Pelembap dengan bahan tambahan seperti minyak esensial atau ekstrak tumbuhan tertentu juga harus dihindari karena dapat mengiritasi kulit sensitif, jadi pilihlah pelembap yang lembut dan bebas pewangi.

Hindari juga sabun atau pembersih berbasis sabun dapat menghilangkan minyak alami kulit dan mengeringkannya, jadi pilih pembersih ringan yang bebas sabun.

Jika  memiliki riwayat alergi terhadap bahan tertentu, periksa label produk dengan cermat untuk memastikan bahan-bahan tersebut tidak ada dalam produk skincare yang digunakan.

Pemilik kulit wajah sensitif pun harus menghindari produk dengan butiran kasar atau scrub bisa merusak kulit sensitif, jadi lebih baik pilih eksfoliasi yang lembut atau hindari penggunaan produk semacam itu.

Beberapa bahan tambahan seperti menthol atau camphor dapat memberikan sensasi dingin atau panas pada kulit yang sensitif, tetapi bisa mengiritasi, jadi jangan gunakan produk dengan bahan ini.

Setiap individu dengan kulit sensitif bisa memiliki reaksi yang berbeda terhadap berbagai bahan, oleh karena itu, penting untuk melakukan uji sensitivitas terlebih dahulu pada area kecil kulit sebelum mengaplikasikan produk baru ke seluruh wajah atau tubuh. 

Selain itu, konsultasikan dengan seorang dokter kulit untuk rekomendasi produk perawatan kulit yang sesuai dengan kebutuhan kulit sensitif.

Pemilik kulit wajah sensitif sebaiknya mencari produk skincare dengan kandungan yang lembut dan bebas dari bahan-bahan yang dapat menyebabkan iritasi. 

Diantaranya aloevera memiliki sifat anti-inflamasi dan memiliki kemampuan melembapkan kulit, serta dapat membantu meredakan iritasi dan kemerahan pada kulit sensitif.

Hyaluronic acid adalah bahan yang sangat efektif untuk menjaga kelembapan kulit, yang dapat membantu kulit tetap terhidrasi tanpa menyebabkan iritasi.

Ceramide adalah komponen alami dari lapisan pelindung kulit, yang dapat membantu memperbaiki dan menguatkan penghalang kulit yang lemah pada kulit sensitif.

Glicerin yang merupakan pelembap yang efektif dan cocok untuk kulit sensitif, dan pantenol (provitamin B5) yang memiliki kemampuan meredakan peradangan dan memperbaiki lapisan kulit yang dapat membantu kulit sensitif pulih dari iritasi.

Kemudian minyak jojoba ringan dan non-iritan yang cocok untuk kulit sensitif dapat membantu menjaga kelembapan kulit tanpa menyumbat pori-pori.

Minyak lavender memiliki sifat anti-inflamasi dan aromaterapi yang menenangkan dan bisa membantu meredakan stres dan iritasi pada kulit sensitif.

Produk dengan ekstrak oatmeal atau havermut dapat membantu meredakan gatal dan peradangan pada kulit sensitif.

Selanjutnya bisabolol yang merupakan bahan yang dikenal memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat membantu meredakan kemerahan dan iritasi, serta minyak almond adalah minyak ringan yang cocok untuk kulit sensitif, karena memiliki sifat melembapkan dan meredakan.

Pemilik kulit wajah sensitif dapat melakukan treatment dengan hati-hati untuk menjaga kesehatan kulit mereka.

Treatment yang biasanya aman untuk kulit sensitif, yakni pembersih wajah ringan dan bebas sabun yang dirancang khusus untuk kulit sensitif, dan saat membersihkan wajah hindari menggosok terlalu keras.

Pilihan treatment dari Lamierre Aesthetic yang diperuntukkan bagi pemilik kulit sensitif antara lain double Toning Laser yakni laser non-ablatif yang dapat membantu mempercepat penyembuhan masalah kulit lain yang disebabkan oleh kulit sensitif, dan HA Skinbooster, yakni skinbooster untuk memperkuat barrier kulit berisi pure Hyaluronic Acid.

Gunakan pelembap khusus untuk kulit wajah sensitif yang ringan dan bebas pewangi setiap hari untuk menjaga kelembapan kulit wajah, karena dapat membantu memperkuat penghalang kulit wajah dan pelembab ini juga digunakan sebelum tidur untuk membantu kulit memperbaiki diri selama malam,

Lindungi kulit wajah sensitif dari sinar matahari dengan sunscreen berbroad spectrum (spektrum luas) yang memiliki SPF tinggi setiap hari, bahkan jika cuaca sedang mendung.

Treatment yang sebaiknya dihindari oleh pemilik kulit wajah sensitif yakni mikrodermabrasi, karena meskipun efektif dalam mengangkat sel-sel kulit mati, treatment mikrodermabrasi bisa terlalu keras untuk kulit sensitif.

Kemudian peeling kimia yang kuat dapat menyebabkan iritasi serius pada kulit wajah sensitif, dan waxing atau krim penghilang bulu karena dapat merusak kulit sensitif dan memicu peradangan, jadi pilihlah metode penghilangan bulu yang lembut atau konsultasikan dengan ahli kecantikan.

"Treatment selanjutnya yang harus dihindari adalah tato karena dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit sensitif, treatment laser yang terlalu keras, dan terlalu sering melakukan eksfoliasi," ujar dr Susan.

Cara Meredakan Gejala Kulit Wajah Sensitif

dr Susan menjelaskan, kulit wajah sensitif biasanya merupakan kondisi yang bersifat kronis, artinya cenderung berlangsung dalam jangka panjang, namun dengan perawatan yang tepat dan manajemen yang baik, gejala kulit sensitif dapat diredakan dan dikendalikan.

Untuk mengelola atau mengurangi gejala kulit wajah sensitif yang dapat dilakukan gunakan produk perawatan kulit yang dirancang khusus untuk kulit sensitif, bebas pewangi, dan bebas bahan kimia keras.

Hindari faktor-faktor yang memicu reaksi kulit sensitif seperti deterjen, makanan tertentu, atau paparan sinar matahari berlebihan.

Gunakan pelembap secara teratur untuk menjaga kelembapan kulit wajah dan memperkuat penghalang kulit wajah.

Lindungi kulit wajah dari sinar matahari dengan menggunakan sunscreen berbroad spectrum (spektrum luas) setiap hari.

Terapkan pola makan yang sehat dan kaya akan nutrisi karena dapat mendukung kesehatan kulit.

"Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga untuk mengurangi stres," ucap dr Susan.

(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved