Temuan 2 Jenazah di Lampung Selatan

Jenazah Tanpa Kepala di Lampung Selatan Diduga Nelayan Asal Indramayu Jawa Barat

Penemuan dua jenazah tanpa kepala di Lampung Selatan menemui titik terang dimana identitas diketahui dari tulisan di baju korban.

Tribunlampung.co.id/Dominus Desmantri Barus
Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Penemuan dua jenazah tanpa identitas atau anonim tanpa kepala di Lampung Selatan menemui titik terang.

Dimana pihak kepolisian setidaknya sudah mendapat informasi terkait jenazah anonim tanpa kepala di Lampung Selatan tersebut.

Baca juga: Tim Gabungan Masih Cari Bocah Tenggelam di Pantai Ketang Lampung Selatan

Baca juga: Begal Mobil Travel di Lampung Selatan Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara

Hal itu diketahui dari adanya yang menghubungi ke hotline center Polres Lampung Selatan.

Semenjak ditemukannya dua jenazah anonim tanpa kepala di Lampung Selatan tersebut pihak kepolisian membuka hotline center pengaduan terkait orang hilang juga disebar melalui akun sosial media dan diberitakan oleh media.

Hingga saat ini setidaknya sudah ada 16 laporan yang masuk ke hotline center Polres Lampung Selatan terkait jenazah anonim tanpa kepala tersebut.

Dari 16 laporan yang masuk ke hotline center Polres Lampung Selatan salah satunya ada informasi bahwasanya jenazah anonim tanpa kepala merupakan nelayan asal Indramayu, Jawa Barat.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin membenarkan informasi tersebut.

Lebih lanjut Yusriandi mengatakan sampai saat ini pihaknya masih menerima laporan masuk terkait informasi jenazah anonim tanpa kepala.

"Sampai saat ini sudah ada 16 laporan yang masuk. Dari laporan-laporan yang masuk tersebut salah satunya ada dari warga Indramayu Jawa Barat," kata Yusriandi, Selasa (19/9/2023).

Yusriandi mengatakan informasi itu berawal dari pakaian yang dikenakan jenazah.

"Orang Indramayu Jawa Barat bernama Juni menghubungi kami. Dia memberikan informasi bahwasanya dia mengetahui jenazah korban dari baju yang dikenakan jenazah tersebut," terangnya.

"Baju yang dikenakan jenazah Mamae Zahra Mimie Attar dengan logo kapal bertuliskan Sinar Intan sama dengan baju korban kapal tenggelam yang ada di Indramayu. Dia pun memberikan bukti adanya baju yang sama dengan korban saat ditemukan, selanjutnya dia menghubungkan kami dengan keluarga korban yakni Bapak Kayim," ujarnya.

Warga yang diduga keluarga korban dari Indramayu ini  juga mengirimkan foto pakaian yang bertuliskan Mamae Zahra Mimie Attar dengan logo kapal bertuliskan Sinar Intan, sama persis dengan yang dikenakan korban yang ditemukan di Bakauheni.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Yusriandi Yusrin menunjukkan foto selfie sejumlah ibu-ibu mengenakan kaos bertuliskan Mamae Zahra.

Tampak juga sebuah foto selfi yang menggambarkan komunitas/kumpulan sejumlah ibu-ibu dengan mengenakan pakaian tersebut kaos panjang dengan motif dan warna seperti kaos Mamae Zahra.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved