Berita Lampung
3 Petani di Lampung Tengah Kaget Kebun Singkongnya Digilas Traktor Perusahaan
Tiga petani di Lampung Tengah kaget lantaran kebun singkongnya tergilas traktor sebuah perusahaan. Ia pun terpaksa panen mendadak.
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Tiga petani di Lampung Tengah kaget lantaran kebun singkongnya tergilas traktor sebuah perusahaan.
Rudi, salah satu petani kaget saat mengetahui lahan miliknya terkena rotari traktor perusahaan yang sedang menggarap lahan.
Baca juga: Niat Lerai Tetangga Ribut, Warga Lampung Tengah Malah Kena Bogem dan Ditodong Pisau
Baca juga: Maling Motor di Lampung Tengah, 2 Pemuda Lampung Timur Dibanjiri Bogem Mentah Warga
Selain Rudi, lahan milik 2 warga lain juga terkena imbas rotari traktor karena lahan mereka berdampingan.
"Kemarin pagi saya kaget lahan saya ikut terbajak," katanya kepada Tribunlampung.co.id, Minggu (24/9/2023).
Akibatnya, kebun singkong seluas 5 x 100 meter miliknya hancur dan rata dengan tanah.
Padahal, lahan tersebut sedang ditanami songkong yang kini berumur 7 bulan.
Ia pun mencoba menanyakan kepada operator traktor perusahaan yang melakukan aksi penggilasan tersebut.
Sang operator lalu menunjukkan peta areal yang sedang diolah dan menyebut lahan Rudi dan 2 petani lainnya masuk lahan HGU.
"Batas tanah kami dengan tanah mereka dipisahkan oleh saluran air kecil, tapi kemarin traktor labas dan rotarinya menyebrang hingga membajak lahan kami juga," katanya.
Tidak ingin menanggung kerugian lebih banyak, Rudi dan 2 rekan lainnya terpaksa memanen singkongnya.
Padahal Rudi belum ada rencana memanen singkong tersebut.
"Walaupun sudah 7 bulan, tapi panen nggak panen kan terserah kita karena lahan milik sendiri, istilahnya buat tabungan saya, kapan waktu butuh uang akan saya panen," katanya.
"Sekarang terpaksa saya panen singkongnya karena sebagian sudah hancur," imbuhnya.
Selain itu, Rudi juga sudah melakukan mediasi ke posko forkopimda untuk mengklarifikasi lahan nya yang kena rotari.
Tujuannya agar mendapat penjelasan dan kejelasan dari batas tamah HGU yang sedang dibajak traktor.
Dia berharap, operator lebih teliti lagi dalam membajak dan melihat batas areal lahan sebelum rotari menggilas tanah.
Sebab sangat disayangkan jika ada singkong yang terkena bajak, karena ada nilai ekonomi.
"Operator harus teliti dan memperjelas lagi, batas tanah yang akan digusur, biar rotari nggak labas menggilas kemana-mana," tutupnya.
( Tribunlampung.co.id / Fajar Ihwani Sidiq )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Tiga-petani-di-Lampung-Tengah-kaget-lantaran-kebun-singkongnya-tergilas-traktor.jpg)