Berita Lampung
Lapas Rajabasa Pendekatan Pribadi Ajak Napiter Kembali ke NKRI
Kepala Lapas Rajabasa Lampung Maizar melakukan pendekatan kepribadian untuk mengajak naripidana terorisme agar kembali ke NKRI.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rajabasa Lampung Maizar melakukan pendekatan kepribadian untuk mengajak naripidana terorisme agar kembali ke NKRI.
Kepala Lapas Rajabasa Maizar mengatakan, pihaknya mencatat ada belasan naripidana terorisme kembali kepangkuan ibu pertiwi pasca dibujuk rayu dengan pendekatan kepribadian.
Baca juga: Tiga Napiter Lapas Rajabasa Bandar Lampung Ikrar Janji Setia Kepada NKRI
Baca juga: Lakon Minak Jinggo Minta Pemerintah Lepaskan Lahan untuk Petani
"Jadi para naripidana terorisme ini kami lakukan pendekatan secara masif dengan cara mengobrol secara kontinyu setiap saat hingga mereka mau kembali lagi ke NKRI," ujarnya, Rabu (27/9/2023).
Pihaknya sejak dua tahun lalu dari 2022 ada sekitar 16 orang naripidana terorisme yang dilakukan pembinaan.
"Ada delapan naripidana terorisme tahun 2022 yang kami lakukan pembinaan di Lapas Rajabasa dan semuanya telah kembali ke NKRI," terangnya.
Lapas Rajabasa tahun 2023 ini juga mendapati delapan orang juga yang dibina.
"Kemarin sudah ada tiga orang yang sudah masuk ke NKRI," kata Maizar.
Ia mengatakan, untuk mengajak mereka ke NKRI yakni dengan pendekatan secara masif.
"Kami lakukan dengan penyuluhan hukum, penyuluhan agama dan para napi harus didekati," imbuhnya.
Menurutnya, naripidana terorisme gampang-gampang susah untuk diajak ke NKRI.
"Tapi bagaimana caranya kami bisa memberikan masukan yang positif, kalau yang mereka lakukan itu salah," kata Maizar.
Maizar yang merupakan Kadivpas Kanwil Kemenkumham Maluku yang baru ini mengatakan, pihaknya juga rutin melakukan pendekatan secara kepribadian.
"Jadi dengan metode mendekatkan pembinaan kepribadian hingga ke rohanian ini maka mereka akan terbuka bahwa apa yang dilakukan salah,"
"Setiap napi kalau masih idealisme itu mencapai bertahun-tahun mengajaknya, bahkan sebaliknya kalau mudah sampai dua bulan juga ada,"
"Alhamdulillah di Lapas Rajabasa mau semua napiternya diajak ke NKRI, cara kami mempengaruhi mereka itu penuh dengan pendekatan," imbuhnya.
Maizar mengatakan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat jangan terlibat terorisme.
Pemerintah diharapkan mengambil peranan dan harus ada sosialisasi tentang bahaya radikalisme.
Pihaknya mengalami kesulitan terhadap pendekatan untuk mereka ke NKRI.
"Kami selalu melakukan pendekatan dengan ngobrol secara intensif," kata Maizar.
Ia menambahkan, tiga naripidana terorisme terakhir yang telah memeluk merupakan jaringan JAD.(Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Napiter-Lapas-Rajabasa-Bandar-Lampung-kembali-ke-pelukan-NKRI.jpg)