Berita Lampung
Debu Bongkar Muat PLTU Sebalang Lampung Ganggu Kesehatan Warga, Anak-anak Sakit Batuk
Ratusan warga menggelar demonstrasi di PLTU Sebalang, yang berada di Dusun Sebalang, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Senin (2/10).
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: soni
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Ratusan warga menggelar demonstrasi di PLTU Sebalang, yang berada di Dusun Sebalang, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Senin (2/10).
Ratusan pengunjuk rasa yang didominasi wanita tersebut protes karena aktivitas bongkar muat di PLTU Sebalang telah menyebabkan warga sakit dampak pencemaran udara.
Dari pantauan di lokasi, ratusan ibu-ibu datang dengan berjalan kaki dan menggunakan sepeda motor. Dalam aksi itu sempat terjadi aksi dorong mendorong di pintu gerbang antara warga dengan pihak PLTU
Hamdiah, seorang pengunuk rasa mengatakan, kedatangan pengunjuk rasa bermaksud meminta penjelasan dari manajemen terkait debu yang mencemari rumah warga. "Kami merasa resah karena debu yang dihasilkan PLTU Sebalang tersebut," katanya.
Hamdiah menjelaskan, selain berdampak mengotori rumah warga, debu dari aktivitas bahan batu bara juga mengakibatkan kesehatan warga turut terganggu.
Bahkan menurut Hamdiah, efek debu dari PLTU tersebut berdampak pada kesehatan anak-anaknya. "Anak-anak kami mengalami batuk-batuk," ucap Hamidah.
Warga menduga PLTU Sebalang mengelola abu sisa pembakaran batubara tidak sesuai SOP. Kasno, warga setempat mengatakan, seharusnya limbah sisa pembakaran batubara fly ash bottom ash (FABA) dibuang ke kolam abu (ash disposal).
Kasno menduga karena penuh akhirnya sisa pembakaran batubara Fly Ash Bottom Ash (FABA) itu di buang kebawah (lay down).
Dia menyebut tempat pembuangan sisa pembakaran batu bara itu berdekatan dengan permukiman warga sehingga menyebabkan penyakit.
"Lay down itu dia termasuk berdekatan dengan kampung tetapi saat mereka membuang limbah itu debunya itu banyak sekali," ujarnya.
Warga juga sudah seminggu tidak melaut menderita sesak napas akibat debu sisa pembakaran batu bara PLTU Sebalang.
Eni, warga lainnnya mengatakan, anaknya yang jadi tulang punggung keluarga tidak melaut karena mengalami sesak napas.
Sambil berderai air mata, Eni menunjukkan kondisi anak dan cucunya yang hanya bisa terbaring lemah karena sakit sesak napas yang dideritanya.
"Nyari makan buat sehari-hari aja susah apalagi ini tambah nggak kerja. Udah seminggu tidak kerja, karena sakit sesak napas," kata Eni.
Masyarakat saat ini menuntut kompensasi akibat dampak debu yang ditimbulkan dari aktivitas PLTU.
Polresta Maksimalkan Upaya Jaga Keamanan Bandar Lampung |
![]() |
---|
Kapolres Pringsewu Ajak Warga Jaga Kondusifitas Pasca Insiden Jakarta |
![]() |
---|
Klarifikasi Dokter RSUDAM Billy Rosan atas Kasus Meninggalnya Bayi Alesha |
![]() |
---|
DKL Bersiap Sambut Pameran dan Konser Musik Anak |
![]() |
---|
Keluarga Kenang Sosok "Kopral", Nelayan Hilang saat KM Tegar Jaya Tenggelam di Pesawaran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.