Berita Lampung

Sawah Gagal Panen di Mesuji Diprediksi Mencapai 186 Hektare

Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji memprediksi ada sekitar 186 hektare sawah yang bakal gagal panen pada musim kemarau 2023.

Tayang:
Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id/Bobby Zoel Saputra
Ilustrasi gagal panen - padi milik petani di Suoh, Lampung Barat yang gagal panen dampak kekeringan akibat El Nino. 

Tribunlampung.co.id, Mesuji Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji memprediksi ada sekitar 186 hektare sawah yang bakal gagal panen pada musim kemarau 2023.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Mesuji, Halwan menjelaskan, pihaknya memprediksi seluas 189 hektare sawah petani gagal panen atau puso.

Baca juga: Selama Musim Kemarau 2023, Distribusi Air Bersih di Mesuji Capai 2,4 Juta Liter

Baca juga: Terjadi 5 Peristiwa Kebakaran dalam Sehari di Mesuji Lampung

Halwan menyebut, ratusan hektare sawah yang terancam gagal panen tersebar di tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Mesuji.

Seperti di Kecamatan Rawajitu Utara, Mesuji Timur, dan Simpang Pematang.

"Dari tiga kecamatan itu wilayah yang gagal panen didominasi di Kecamatan Rawajitu Utara," sebutnya, Minggu (8/10/2023).

Saat ditanya jumlah sawah yang mengalami gagal panen pihaknya mengaku dalam proses pendataan.

Ia pun mengimbau kepada petani di Kabupaten Mesuji dapat menunda penanaman padi di musim kemarau saat ini.

Sampai tiba musim penghujan di akhir tahun 2023 baru dapat dilakukan penanaman.

Diberikan sebelumnya, pada awal September 2023 Dinas Pertanian Mesuji telah mendata wilayah sawah yang terancam gagal panen akibat dampak elnino.

Dari hasil pendataannya sendiri tercatat ada ratusan hektare sawah yang terancam gagal panen.

"Hadapi dampak elnino ini kami telah melakukan pendataan tahap awalnya dan tercatat ada ratusan hektare yang terancam gagal panen," ujar Kepala Dinas Pertanian Mesuji Pariman.

Pariman menyebut ratusan hektare sawah yang terancam gagal panen sendiri terdiri dari 164 hektare sawah yang berada di Kecamatan Rawajitu Utara.

Sedangkan untuk Kecamatan Simpang Pematang ada 5 hingga 10 hektare sawah yang terancam gagal panen.

Ia pun menilai selain dampak elnino ratusan hektare sawah yang terancam gagal panen sendiri disebabkan oleh telatnya penanam.

"Mengapa dia terancam terdampak gagal panen, karena sebagian petani itu telat tanam," ucapnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved