Berita Lampung
Ditinggal Istri Mengajar di Bengkulu, Oknum Dosen di Lampung Malah Bawa Cewek ke Rumah
Ditreskrimum Polda Lampung mengamankan dua orang bukan suami istri berada di Perumahan Bahtera Indah Sejahtera, Bandar Lampung.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung mengamankan dua orang bukan suami istri berada di Perumahan Bahtera Indah Sejahtera, Senin (9/10/2023) sekitar pukul 21.00 WIB.
Ketua RT 012, Kelurahan Sukarame Baru, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung Nurman mengatakan, dirinya membenarkan dari Polda Lampung datang ke wilayahnya melakukan penggerebekan pasangan bukan suami istri.
Baca juga: ODGJ Diduga Jadi Penyebab 3 Rumah Terbakar, Dissos: Lapor Jika Ada ODGJ Meresahkan
Baca juga: 118 Botol Miras Disita Polresta Bandar Lampung
Nurman mengatakan, SHD oknum dosen tersebut merupakan dosen di sebuah Universitas Negeri di Lampung.
"Jadi Pak SHD ini menjadi warga kami di Perumahan Bahtera Indah Sejahtera sejak 2015 lalu," kata Ketua RT 012, Kelurahan Sukarame Baru, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, Selasa (10/10/2023) melalui sambung telepon.
Oknum dosen tersebut telah ditinggal istri beserta dua anaknya mengajar di Bengkulu.
Ia mengatakan, dirinya kaget saat sang dosen ditinggal istri beserta anaknya malah membawa perempuan lain yang diduga mahasiswinya ke rumah.
"Keduanya sudah diamankan di Mapolda Lampung, dan pak dosen ini yang membawa perempuan tersebut ke rumahnya," ujar Nurman.
"Jadi itulah informasinya yang dapat saya berikan," imbuh Nurman.
Ia mengatakan, polisi saat melakukan penggerebekan keduanya hendak keluar mencari makan.
Polisi meminta membuka kaca mobil karena mereka sedang di dalam kendaraan.
Ia mengatakan, warga selama ini telah menaruh curiga kepada oknum dosen tersebut sejak satu bulan lamanya.
"Warga curiga sudah satu bulan kepada pak SHD, yang melaporkan ke polisi juga warga. Saya baru mendapatkan laporan dari warga semalam saat penggerebekan," terang Nurman.
"Kami sedih, kesal, melihat anak perempuan digituin, abis kayak mana marah dan campur aduk kami melihatnya. Kurang ajar orang itu, kalau tidak ketahuan pasti akan terus itu," kata Nurman.
Ia mengatakan, dirinya tidak mungkin mengontrol perumahan tersebut.
"Saya mengimbau kepada warga harus peduli dengan lingkungannya," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Oknum-Dosen-di-Lampung-Bawa-Cewek-ke-Rumah.jpg)