Berita Lampung

Pecel Lele Yosorejo Metro Janji Taati Aturan dan Atasi Limbah Cair Dengan IPAL

Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kelurahan Yosorejo melakukan peninjauan lokasi ke rumah makan pecel lele yang diduga membuang limbah

Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary
Dedi Ari Wibowo, Perwakilan Pemilik Rumah Makan Slamet Waee 07 Cabang Unit 2 Metro saat ditemui Tribunlampung.co.id.  

Namun, pihaknya meminta rumah makan pecel lele itu segera mengurus IPAL.

"Jadi kami beri waktu satu bulan untuk membersihkan limbah dan mengadakan IPAL di rumah makan itu," bebernya.

Menurutnya, IPAL merupakan komponen penting untuk rumah makan.

Sehingga limbah dari cucian piring, daging, dan lainnya dapat dikelola sehingga tidak mencemari lingkungan.

Tim gabungan juga memberikan waktu satu bulan kepada pihak rumah makan untuk membersihkan limbah serta membuat IPAL.

"Jadi, sambil menunggu itu, kita rekomendasikan pihak rumah makan agar berkoordinasi dengan DLH dan lurah setempat untuk pembuangan sementara," paparnya.

Yoseph mengatakan, hasil tinjauan di lokasi didapati sekitar 20 meter irigasi yang tercemar oleh limbah tersebut.

Ia menegaskan, jika semua syarat tidak dijalankan, dengan terpaksa pihaknya akan menutup usaha tersebut.

Adapun aturan yang dilanggar oleh pihak rumah makan adalah Perda Nomor 1 Tahun 2018  dan Perda Nomor 9 Tahun 2017 tentang Tantribum.

Bau Menyengat

Limbah cair rumah tangga yang berasal dari sebuah rumah makan pecel lele di Jalan AH Nasution, Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Metro, dikeluhkan warga sekitar.

Berdasarkan pantauan Tribunlampung.co.id di lokasi, aroma tak sedap sangat menyengat dari arah drainase tempat rumah makan tersebut membuang limbah cair bekas memasak.

Marwan (33), warga yang tinggal bersebelahan dengan rumah makan, mengaku merasa terganggu dengan bau limbah tersebut.

Menurutnya, kondisi ini telah terjadi sejak satu tahun lalu.

"Dan ini sudah berlangsung lebih satu tahun. Sebelum ada rumah makan itu, irigasi aman, airnya bening. Namun semenjak ada, limbahnya lumayan dan baunya menyengat," kata Marwan saat ditemui Tribunlampung.co.id, Rabu (11/10/2023).

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved