Berita Terkini Artis
Mental Rebecca Klopper Terganggu Usai Kembali Diserang Video Asusila
Mental Rebecca Klopper terganggu setelah kembali diserang atas dugaan video asusila yang beredar di media sosial.
Penulis: Putri Salamah | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Jakarta – Artis Rebecca Klopper beberapa waktu terakhir terseret kasus dugaaqn video asusila yang tersebar di media sosial.
Tak hanya satu kali, tersebarnya video diduga Rebecaa Klopper itu pun terjadi beberapa kali.
Baca juga: 10 Rating Drama Korea Terbaru Oktober 2023, Twinkling Watermelon Ambruk
Baca juga: Putri Delina Terima Tawaran Main Film Horor, Ngaku Tak Izin Sule
Hal ini membuat kondisi mental Rebecca Klopper sangat terganggu.
Kuasa hukum Rebecca Klopper, Raudhah Mariyah pun mengungkapkan kondisi kliennya setelah kembali diserang dugaan video asusila.
Selain mentalnya yang terganggu, pekerjaan dan karier Rebecca Klopper di dunia hiburan pun terancam.
"Pekerjaan terganggu, karier terancam, saat ini Rebecca secara mental terganggu akibat kasus ini," ungkap kuasa hukum Rebecca Klopper, dilansir Selasa (17/10/2023).
Raudhah mengatakan bahwa kliennya sebagai korban dalam kasus dugaan video asusila itu.
"Ya betul (korban). Tentu kita harus melihat secara utuh kronologinya bagaimana dan kita juga sudah mengumpulkan bukti-bukti, kita sudah membuat laporan di Bareskrim,” jelasnya.
Pihak Rebecca Klopper juga telah meminta perlindungan ke lembaga hingga kementerian.
“Yang kedua, langkah kita membuat permohonan perlindungan kepada Lembaga LPSK dan
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang concern terhadap kasus-kasus kekerasan berbasis gender online," lanjutnya.
Menurut pihak Rebecca, penyebar video yang diduga sang artis itu memiliki tujuan untuk menjatuhkan karier.
“Banyak pihak-pihak memanfaatkan keadaan dan menjatuhkan korban, dalam hal ini Rebecca pada saat video pertama beredar hancur masa depannya,
hancur kariernya, mimpi-mimpinya, kemudian dihantam dengan video-video lain berarti ada tujuan," tuturnya.
Bukan tanpa alasan, pihak Rebecca melihat video yang disebar dengan cara dicicil ini menjadi penguat dari dugaan yang dipikirkan pihaknya.
"Ini seperti dicicil lho video-videonya. Ada pihak yang memanfaatkan, entah itu karena sakit hati, balas dendam.
Itu seperti kasus revenge porn, adanya pemerasan. Hal tersebut ada juga di kasus pertama yang mengancam dan memeras yang sudah ditangkap oleh Bareskrim," lanjutnya.
Raudhah pun meminta warganet untuk tidak main hakim sendiri kepada kliennya.
(Tribunlampung.co.id/Putri Salamah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Rebecca-Klopper-curhat-saat-ramai-video-syur-11-menit.jpg)