Berita Lampung
Warga Berharap Polisi Segera Tangkap Pelaku Pencemaran Air Laut di Pesisir Bandar Lampung
Warga Sukamaju, Kecamatan Telukbetung Timur berharap polisi segera tangkap pelaku pencemaran air laut Pesisir Kota Bandar Lampung, Lampung.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Warga Sukamaju, Kecamatan Telukbetung Timur berharap polisi segera tangkap pelaku pencemaran air laut Sekamaju atau Pesisir Kota Bandar Lampung, Lampung.
Dodi warga Sukamaju mengatakan, polisi diminta untuk secepatnya menangkap pelaku pencemar ekosistem laut tersebut.
Baca juga: Antisipasi Kenakalan Remaja, Binmas Polresta Bandar Lampung Beri Penyuluhan di Sekolah
Baca juga: Pemkot Bakal Unggulkan Wisata Kuliner di Bandar Lampung
"Laut kami sudah tercemar sejak seminggu yang lalu, dan harapannya cepat ditangkap membahayakan ekosistem laut," kata Dodi, Senin (13/11/2023).
Pihaknya mengharapkan agar cairan yang diduga Crude Palm Oil (CPO) ini segera dibersihkan.
"Cairan ini membuat lingkungan nyaman," ujarnya.
Minyak CPO tersebut dari tengah laut sejak seminggu yang lalu.
Sebelumnya, Polda Lampung menemukan dugaan limbah cairan mirip CPO di Puri Gading, Kecamatan Telukbetung Timur.
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah Astutik mengatakan, pihaknya telah menemukan cairan seperti CPO yang mencemari lautan pesisir Kota Bandar Lampung.
"Ada cairan yang diduga CPO kami temukan di perairan Kota Bandar Lampung," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah Astutik.
Ia mengatakan, petugas melihat bahwa cairan tersebut merupakan CPO atau minyak mentah berwarna kuning.
Personel Ditpolairud Polda Lampung telah dikerahkan.
Polisi telah mengambil sampel minyak tersebut untuk dilakukan pengecekan.
Pihaknya akan berupaya pengungkapan penemuan dugaan CPO tersebut.
Polisi berharap ekosistem laut agar tetap terjaga.
"Jangan sampai laut kita terganggu oleh dugaan minyak CPO yang mencemari laut," kata Kombes Pol Umi.
Polisi secepatnya akan mengungkap dari mana berasalnya cairan yang membuat ekosistem laut tersebut terganggu.
Sementara itu, Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Lampung AKBP Ruzwan Bahri mengatakan, tim sudah diterjunkan dalam menyelidiki dugaan minyak CPO tersebut.
"Personel telah kami kerahkan dalam pengumpulan barang bukti serta keterangan di lapangan," kata AKBP Ruzwan.
Polisi masih melakukan penyelidikan secara mendalam.
"Polisi saat ini tengah bekerja," kata AKBP Ruzwan.
Pihaknya saat ini juga masih dalam pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).
AKBP Ruzwan mengatakan, pihaknya setelah pengumpulan baket akan ada tahapan selanjutnya.
Ia mengatakan, air laut terlihat jelas kuning kecokelatan.
Air tersebut menandakan bawah air laut tersebut tidak baik-baik saja.
"Sangatlah membahayakan bagi ekosistem laut seperti ikan hingga terumbu karang," kata AKBP Ruzwan.
(Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra)
Polresta Maksimalkan Upaya Jaga Keamanan Bandar Lampung |
![]() |
---|
Kapolres Pringsewu Ajak Warga Jaga Kondusifitas Pasca Insiden Jakarta |
![]() |
---|
Klarifikasi Dokter RSUDAM Billy Rosan atas Kasus Meninggalnya Bayi Alesha |
![]() |
---|
DKL Bersiap Sambut Pameran dan Konser Musik Anak |
![]() |
---|
Keluarga Kenang Sosok "Kopral", Nelayan Hilang saat KM Tegar Jaya Tenggelam di Pesawaran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.